logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Berita Utama  
Line

Lagi, Dua Pembunuh Kiai Asmuni Ditangkap

JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah menetapkan dua tersangka baru, Dur Azis alias Dur Lasim dan Dur Rahman sebagai pembunuh KH Asmuni, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatiroto, Lumajang. ''Keduanya telah ditahan,'' kata Brigjen Soenarko DA, Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri kepada wartawan, kemarin.

Soenarko mengatakan, saat ini polisi masih mengejar tiga tersangka lain yang juga diduga menjadi pelaku pembunuhan itu yakni, Syaiful Rizal, Mahur, dan Solahudin.

Seperti diketahui, Syaiful termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Resor Lumajang, Jatim pada kasus pencurian kendaraan bermotor. Sementara itu, Solahudin adalah residivis dalam kasus pembunuhan dan statusnya buron setelah melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan di Jawa Timur.

Suka Bohong

''Walau demikian, motif pembunuhan masih belum dapat diungkapkan hingga ketiga tersangka itu dapat ditangkap,'' katanya.

Pengungkapan kasus pembunuhan KH Asmuni Ishak dengan tersangka utama Lora Anshori, masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Padahal aparat kepolisian sudah menangkap Dulrahman dan Dulrochim. Namun dua orang itu kembali dilepas, karena dari hasil pemeriksan keduanya belum terindikasi terlibat.

Mengenai motif yang melatarbelakangi pembunuhan itu, diduga karena dendam. Namun polisi masih mencari tambahan motivasi lain yang menurut Anshori, ada order dari seseorang.

Kalau ada yang menyebut-nyebut masalahnya warisan, polisi belum berani menyimpulkan. Apalagi tersangka lain masih belum tertangkap. Padahal dari hasil pemeriksaan dengan lie detector, ternyata Anshori masih suka berbohong.

Sementara itu, tepat 40 hari meninggalnya KH Asmuni Ishak, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi memenuhi janjinya datang ke rumah duka.

Tahlilan dilakukan di Masjid An-Nur Desa Kaliboto Lor, Kec. Jatiroto yang letaknya tidak jauh dari rumah almarhum. Apalagi semasa hidupnya, almarhum juga dikenal sebagai takmir masjid itu.

Pada acara itu, juga nampak ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa serta jajaran muspida kabupaten Lumajang, seperti Bupati A Fauzi, Kapolres AKBP Drs Syafril Nursal, Dandim 0821 Letkol Edy Suyoso dan Kajari Lumajang Tarmizi, SH.

Dalam kesempatan itu, Hasyim Muzadi meminta agar kasus terbunuhnya KH Asmuni Ishak ini tidak menimbulkan fitnah di antara umat NU di Jatiroto. Usai tahlilan, Hasyim datang ke rumah duka dan diterima isteri almarhum. Dia kemudian mengajak Hj Mudmainah, isteri almarhum untuk berdoa bersama.

Sementara itu, beberapa waktu lalu sebelumnya Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid juga datang ke rumah duka. (jo-64) (bu-78n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA