logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Berita Utama  
Line

Boyamin: Seminggu Lagi Politikus Busuk Diumumkan

DEMO: Sejumlah orang mendeklarasikan Gerakan Tidak Pilih Politisi Busuk (GTPPB) di sekitar bundaran air mancur Jalan Pahlawan Semarang. Dalam aksi itu mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan. (e) - SM/Irawan

SEMARANG - Ratusan orang kemarin mendeklarasikan Gerakan Tidak Pilih Politisi Busuk (GTPPB) di sekitar Patung Diponegoro Undip dan sekitar bundaran air mancur Jl Pahlawan Semarang.

Deklarasi yang diikuti 18 organisasi mahasiswa dan masyarakat itu mendengungkan agar masyarakat tidak memilih politikus busuk dalam Pemilu 2004.

Mereka juga menyerukan seluruh komponen bangsa terutama partai politik agar tidak mencalonkan politikus yang cacat moral dalam pemilu mendatang. Pemilu diharapkan menjadi momen penting sebagai wujud nyata kedaulatan di tangan rakyat menuju pemerintahan yang bersih.

Boyamin dari KP2KKN menyatakan, pihaknya sudah mengantongi nama-nama para politikus busuk, terutama di Jawa Tengah. Dia berjanji akan menyebutkan nama-nama politikus itu satu per satu.

''Mereka yang termasuk politikus busuk itu akan dibuka (diumumkan) seminggu lagi. Kami akan membuat langkah membuktikan politikus busuk yang tidak layak dipilih dalam pemilu 2004,'' tegasnya.

Deklarasi seruan moral itu diikuti oleh KP2KKN Jateng, FSBI Pusat, ORTAJA, Lespi, KPI Cabang Semarang, LRC KJHAM, FKS, KMPP, LBH Semarang, HMI FISIP Undip, Jari Simpul Semarang, Pattiro, Mak's Solo, YP4K, YASBI, BEM Undip, KAMMI Semarang, Rumpun Karang, HMI Komisariat FH Undip, Pelopor Penguatan Rakyat, LP2I, BEM Unissul, BEM UWH, JPPA, dan JAMAS.

Turut berorasi Rektor Unissula Rofiq Anwar, PR I Undip Prof Dr Sudharto P Hadi MES, PR III Unissula Machfudz Ali SH MSi, dan Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia Ninil Singgih.

Rofiq Anwar yang memimpin pembacaan naskah deklarasi GTPPB menegaskan, ''Jangan pilih politikus busuk! Jangan pilih politikus busuk yaitu penjarah harta rakyat, pelanggar HAM, pelaku kejahatan lingkungan, pelaku kejahatan seksual, pelaku pembohongan publik, dan pengguna narkoba!''

Pembacaan naskah itu dibacakan secara bersama-sama oleh seluruh peserta aksi lewat pengeras suara. Peserta aksi mengenakan ikat kepala bertuliskan ''Anti Politisi Busuk''. Mereka menuju ke bundaran itu menggunakan kendaraan bak terbuka dan bus kampus.

Sebelum berorasi Rofiq Anwar bertanya kepada peserta aksi. ''Di mana ini para koruptor?'' Serempak mereka menuding ke gedung besar di seberang jalan lokasi aksi. Gedung itu kerap menjadi sasaran lokasi aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat.

Kriteria Diperjelas

Deklarasi itu mendapat tanggapan dari kalangan anggota DPRD Jateng, antara lain wakil rakyat dari PK Sejahtera Zuber Syafawi SAg. Dia mengatakan, krisis bangsa ini juga disebabkan oleh para politikus busuk tersebut. Karena itu, pihaknya mendukung gerakan tersebut untuk memerangi perilaku para politikus busuk tersebut.

Zuber menekankan, gerakan antipolitikus busuk hendaknya mampu mempertajam investigasi, sehingga dalam menyebut orang mereka tidak asal menuduh yang cenderung memfitnah.

Anggota Fraksi Amanat Nasional (FAN) DPRD Provinsi Jateng H Jahid Wahyudi MSi juga mendukung gerakan tersebut. Hanya, kedua wakil rakyat itu meminta agar gerakan tersebut memperjelas kriteria politikus busuk tersebut. ''Kalau memang memiliki bukti kuat, sebut saja orangnya biar jelas,'' kata Jahid.

Namun, dia mengingatkan, bila nama yang disebutkan itu tidak dilengkapi bukti-bukti yang jelas justru bisa menjadi bumerang bagi penggerak gerakan tersebut.

Anggota FPP Drs H Munir Syafei mempertanyakan gerakan antipolitikus busuk tersebut yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan LSM. ''Siapa yang menyebutkan politikus busuk? Siapa tahu mereka sendiri yang suka berteriak-teriak itu justru busuk,'' tandasnya.(H3,G1,H1-78e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA