
| Selasa, 6 Januari 2004 | Berita Utama |
Pemilu 2004Kader Golkar Serbu Kantor DPD SurabayaSURABAYA-Ketidakpuasan kader bawah atas susunan calon anggota legislatif (caleg) DPD II Partai Golkar Kota Surabaya meletus, Senin (5/1). Sekitar 50 kader partai berlambang pohon beringin dari 26 pengurus kecamatan (PK) menyerbu kantor DPD II partai tersebut di Jl Adityawarman Surabaya. Mereka menuntut perombakan nomor urut caleg dan pejabat ketua partai itu, Marmudin Halurdiwirjo mengundurkan diri. Selain Partai Golkar Kota, aksi unjuk rasa sebelumnya dilakukan kader PDI-P Kota Surabaya dan Kabupaten Jember. Bahkan, di Jember massa PDI-P membakar baliho dan papan nama di sekretariat partai tersebut. Adapun protes warga PDI-P Kota Surabaya ditindaklanjuti dengan menyerahkan perubahan nomor caleg berikut daerah pemilihannya (DP) ke DPD PDI-P Jatim. Hal serupa juga terjadi di DPC PKB Kota Surabaya. Akibat kasus protes yang diajukan 23 PAC PKB di Surabaya, Ketua PKB Kota Surabaya Wahyudin Husain mengundurkan diri dari jabatannya. Dia ditarik ke lembaga pemenangan pemilu PKB Jatim. Posisinya untuk sementara digantikan Choirul Anam, Ketua PKB Jatim. ''Saya mengundurkan diri dengan ikhlas,'' kata Wahyudin, politikus yang juga pengusaha sukses dari Kabupaten Gresik itu. Aksi unjuk rasa di kantor DPD II Partai Golkar Surabaya berlangsung pukul 11.00 sampai 13.00. Aksi itu dilakukan oleh 50 orang. Mereka berasal dari 26 dari 31 PK Partai Golkar se-Kota Surabaya. ''Kami sangat kecewa dengan kebijakan DPD II yang sama sekali tak mengakomodasi aspirasi bawah dalam penyusunan caleg,'' kata Haji Kasan, korlap aksi yang juga Ketua PK Partai Golkar Genteng kepada wartawan, Senin (5/1). Hal senada juga diungkapkan Ketua PK Partai Golkar Rungkut Didik Sukartono dan Asrofi, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Pakal. ''Penyusunan caleg Partai Golkar Kota Surabaya tak sesuai dengan hasil Rapimnas VI, Rapimnas VII, dan SK DPP Partai Golkar No 369/DPP/Golkar/XI/2003 tentang Juklak Penyusunan Bakal Caleg. Masak caleg dari kecamatan yang berpenduduk sedikit ditempatkan di nomor satu dibandingkan dengan kecamatan yang berpenduduk lebih banyak,'' tegas Didik yang dibenarkan Kasan. Selain itu, mereka juga memprotes masuknya birokrat sebagai caleg partai berlambang pohon beringin ini. Misalnya, kata Kasan, Erick Tahalele diajukan sebagai caleg dari DP I, Redatini caleg dari DP V, dan Murfi Sembiring caleg dari DP III Kota Surabaya. ''Ketiganya adalah birokrat. Memang ketidakpuasan arus bawah ini terus menggumpal setelah daftar caleg diumumkan,'' kata Yousri Nur Raja Agam, salah satu Wakil Ketua Partai Golkar Surabaya. Perwakilan 26 pengurus PK diterima Sekretaris Partai Golkar Surabaya Erick Tahalele. Sayang, Erick hanya bisa menampung aspirasi 26 pengurus Partai Golkar. Karena itu, tegas Kasan, pihaknya hari ini mengajukan protes senada ke DPD I Partai Golkar Jatim. ''Namun, saya dengar pengurus harian Partai Golkar Jatim sedang plesir ke Thailand, sehingga kemungkinan nanti tak ada yang menerima mereka,'' ujar Yousri. (G14-78e) |