logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Berita Utama  
Line

IHSG Tembus Level 725,472

  • Dampak Kedatangan Presiden
KUNJUNGI BEJ: Presiden Megawati Soekarnoputri, meninggalkan ruang bursa di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), kemarin. Dalam kunjungan tersebut Presiden mengharapkan agar perdagangan saham Indonesia terus memperoleh kemajuan. (43) - SM/AFP

JAKARTA-Harapan Presiden Megawati Soekarnoputri agar pasar modal Indonesia kian maju dan memiliki kontribusi pada pembangunan nasional langsung direspons positif oleh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) melonjak hingga 20,974 poin atau 2,97 persen, sehingga ditutup pada posisi 725,472, Senin petang kemarin.

Sementara itu, Indeks LQ 45 (45 saham terlikuid) naik 5,513 poin pada level 161,016, JII naik 4,753 poin pada level 126,832, MBX naik 6,255 poin pada level 192,958 dan DBX naik 3,827 poin pada level 171,791. Perdagangan di pasar reguler berlangsung cepat. Terjadi transaksi 26.618 kali pada volume 7,201 juta lot saham senilai Rp 1,259 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 44 saham turun dan 243 stagnan.

Menurut Menkeu Boediono, kehadiran Presiden Megawati dalam pembukaan perdagangan hari ini, memberi sinyal kuat adanya dukungan pemerintah terhadap pasar modal khususnya dan perekonomian Indonesia umumnya. Dukungan pemerintah itu diharapkan mendapat tanggapan positif pelaku pasar, sehingga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia semakin membaik.

Saham-saham unggulan yang mendominasi kenaikan harga di top gainer, seperti Inco naik Rp 3.900 menjadi Rp 44.000, Indosat naik Rp 600 menjadi Rp 15.800, Telkom naik Rp 500 menjadi Rp 7.550, Astra Internasional naik Rp 300 menjadi Rp 5.400 dan Gudang Garam naik Rp 250 menjadi Rp 13.950.

Kemudian Aneka Tambang naik Rp 125 menjadi Rp 2.075, Bank Mandiri naik Rp 50 menjadi Rp 1.050, BCA naik Rp 50 menjadi Rp 3.375, HM Sampoerna naik Rp 50 menjadi Rp 4.525.

Sedangkan saham yang turun harganya di top loser adalah Timah turun Rp 150 menjadi Rp 2.775, Ramayana turun Rp 50 menjadi Rp 4.350, Tempo Scan Pacific turun Rp 50 menjadi Rp 6.000, PT BA turun Rp 25 menjadi Rp 925, Medco turun Rp 35 menjadi Rp 1.350.

Lebih Maju

Ketika membuka perdagangan saham perdana tahun 2004 di BEJ, Presiden meminta pasar modal Indonesia bisa lebih maju pada tahun 2004 dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.

Pembukaan perdagangan itu ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden, yang didampingi Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menteri Keuangan Boediono, Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi, dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sesaat setelah dibuka, IHSG langsung menguat 1,893 poin ke level 706,391.

Menko Perekonomian mengatakan, kehadiran Presiden di BEJ merupakan sinyal dukungan untuk memperkuat pemulihan ekonomi. ''Karena tahun 2004 merupakan tahun yang sangat penting, mengingat adanya pelaksanaan pemilu,'' ujarnya.

Sementara itu, Boediono mengatakan pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2003 menunjukan kenaikan signifikan. Transaksi di BEJ meningkat, bahkan IHSG menguat hampir 60 persen sepanjang 2003 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada saat penutupan perdagangan akhir tahun 2003, ISHG mencapai level 691 yang merupakan level tertinggi dalam 6 tahun terakhir. ''Transaksi di BEJ yang meningkat, bahkan jumlah investor menunjukkan pertambahan, terutama dari investor asing. Itu memberi tanda kepercayaan penanam modal mulai kembali ke Indonesia. Mudah-mudahan dukungan pasar modal terhadap perekonomian Indonesia pada 2004 ini akan lebih baik,'' ujarnya.

Dirut BEJ, Erry Firmansyah meminta agar dukungan pemerintah terhadap pasar modal berlangsung terus menerus, tidak hanya pada saat pasar modal mengalami booming seperti saat ini. ''Kehadiran Presiden di bursa efek ini adalah yang pertama sejak Presiden Soeharto pada 22 Mei 1995 mengaktifkan Jakarta Automated Trading System,'' katanya.

Pengaruh Psikologis

Menguatnya IHSG sampai level tertinggi itu, menurut praktisi pasar modal dari PT Andalan Artha Advisindo Semarang Muhammad Zamrony, akibat pengaruh psikologis kedatangan Presiden Megawati kemarin. Indek dibuka langsung menguat positif 2 dan pada penutupan sesi pagi tetap menguat positif 12,2.

Kemudian setelah dibuka sesi siang, indek kembali terus menguat dan akhirnya ditutup positif 20,974, pada level 725,472. Menurut dia, apa yang diharapkan para pelaku pasar terjadi penguatan IHSG atas kedatangan Megawati di BEJ terbukti.

''Secara psikologis, IHSG yang juga menjadi salah satu indikator perekonomian nasional ikut terpengaruh oleh kedatangan Megawati. Dan kondisi ini bisa menjadi momentum positif yang dapat mempertahankan IHSG pada level 700,'' ujar dia.

Zamrony mengungkapkan, hampir semua saham unggulan mengalami penguatan signifikan. Sehingga menjadi daya tarik investor untuk membeli saham tersebut. Hal yang sama terjadi pada saham-saham second line, yang juga mulai dilirik investor. Karena saham-saham itu masih memiliki potensi terus mengalami penguatan.

Untuk perdagangan hari ini, papar dia kemungkinan besar akan didominasi aksi profit taking para investor. Sebab secara umum indek sudah berada pada titik yang relatif tinggi. ''Pada hari ini, diperkirakan juga akan ada kejadian menarik tidak terduga, yang dapat semakin meramaikan pasar saham,'' tandasnya. (wa,H2-64)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA