
| Selasa, 6 Januari 2004 | Berita Utama |
Pemilu 2004Peta Politik di Jateng Diprediksi Takkan BergeserJAKARTA - Peta kekuatan politik di Jawa Tengah pada Pemilu 2004 tidak akan banyak bergeser. Kalau sampai terjadi penurunan atau kenaikan pada sebagian partai peserta pemilu, perubahan itu tidak akan siginifikan, kecuali kalau terjadi kejutan-kejutan dalam daftar calegnya seperti adanya politikus yang diindikasikan sebagai politikus busuk atau hitam. Pendapat tersebut disampaikan oleh politikus dari FKB DPR Andi Najmi Fuady dalam percakapan dengan Suara Merdeka di Jakarta petang kemarin, menanggapi target yang hendak dicapai partai-partai politik yang memperebutkan 76 kursi DPR untuk sepuluh daerah pemilihan di Jawa Tengah. Seperti diberitakan, Partai Golkar telah memasang target perolehan di Jawa Tengah sebanyak 16 kursi dan PPP 11 kursi. Di sisi lain, persaingan di antara partai politik di Jateng juga dinilai cukup ketat karena tiap-tiap partai politik menurunkan kader-kadernya yang terbaik. Mengamati situasi itu, Andi Najmi lebih lanjut menjelaskan, kalau sampai dalam daftar caleg dari tiap-tiap partai politik nanti diketahui ada nama yang diindikasikan sebagai politikus busuk maka hal itu akan mengakibatkan penurunan dari parpol yang bersangkutan dan menaikkan perolehan suara parpol yang lain. ''Bahkan kalau itu yang terjadi, kemungkinan penurunan dan kenaikan itu bisa secara signifikan,'' katanya. Bagaimana dengan nama-nama yang sudah beredar untuk daerah pemilihan Jawa Tengah, caleg PKB dari Jateng daerah pemilihan IX itu tidak bersedia memberikan komentar. ''Saya belum bisa mengomentari namna-nama karena belum diumumkan secara resmi. Namun dalam kontek PKB, saya melihat partai tersebut sudah menawarkan caleg yang namanya cukup andal,'' tambahnya. Menurut pandangnnya, nama-nama seperti Alwi Shihab yang ditempatkan di daerah pemilihan X Jateng dan Prof Dr Cecep Syarifudin di daerah pemilihan VIII ditambah dengan nama-nama lain di seluruh daerah pemilihan Jawa Tengah, diharapkan akan mampu mendongkrak perolehan suara PKB. ''Dengan penampilan DPW PKB Jateng saat ini yang dinilai cukup bagus, PKB diharapkan akan bisa memperoleh sekitar 15 kursi. Ini berarti naik 50% dari Pemilu 1999 yang memperoleh sepuluh kursi,'' tandas Andi Najmi. Sepuluh Kursi Di tempat terpisah, Wakil Sekretaris DPP PAN Alvin Lie mengatakan, target yang ingin diperoleh PAN untuk seluruh daerah pemilihan Jawa Tengah sebanyak sepuluh kursi. Dengan demikian, rata-rata satu daerah pemilihan diharapkan mendapat satu kursi. ''Sekarang ini kan kami dapat empat kursi. Target sebesar itu didasarkan pada laporan yang disampaikan dari DPD di Jateng,'' katanya. Menurut penuturan caleg PAN dari Jateng daerah pemilihan I itu target sebesar itu bukanlah angka muluk-muluk karena kalau semua caleg PAN bekerja optimal maka akan bisa memperoleh 12 - 15 kursi. ''Jadi kalau sekarang ditargetkan 10 kursi, itu perhitungan yang sangat toleran.'' Menjawab pertanyaan mengenai nomor urut caleg di PAN, khususnya untuk daerah Jateng, fungsionaris DPP PAN itu tidak bersedia menyebut satu per satu tentang siapa saja yang menempati nomor urut atas. ''Kalau dari PAN, para caleg diminta untuk tidak pandang bulu, berapa pun nomor urutnya. Selain itu, dalam kampanye mendatang, para caleg bukan hanya kampanye mengenai program, tetapi juga mengampanyekan capres Pak Amien Rais,'' ujar Alvin Lie. Dia juga mengatakan, meskipun nomor urutnya berada di bawah, kalau memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) maka yang bersangkutan akan jadi. ''Diakui bahwa untuk memperoleh angka BPP memang sulit. Oleh karena itu, kami harapkan semua caleg bekerja sama sebagai satu tim, dan sebagian caleg PAN ingin menjadi caleg bukan karena keinginan menjadi anggota legislatif, melainkan hanya ingin memenuhi panggilan partai.'' (nas-29n) |