
| Selasa, 6 Januari 2004 | Berita Utama |
Jamaah Jalani Pemeriksaan ThermoscannerSOLO - Sebagai tindakan preventif terhadap merebaknya penyakit SARS (sindrome pernapasan akut), setiap calon haji harus menjalani pemeriksaan melalui thermoscanner. Peralatan semacam detector tersebut, kata Humas PPIH (Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji) Embarkasi Adisumarmo Drs H Abdul Wahab, ditempatkan di salah satu pintu yang dilewati jamaah begitu turun dari pesawat di Bandara King Abdul Aziz. ''Setibanya di Bandara King Abdul Aziz, setiap calon haji harus melewati thermoscanner. Begitu suhu tubuhnya menunjukkan lebih dari suhu tubuh normal, yakni 37 derajat Celsius, maka akan diperiksa lebih intensif,'' kata Abdul Wahab. Pemerintah Arab Saudi telah mengirimkan ketentuan pemeriksaan melalui thermoscanner tersebut melalui faksimile ke seluruh embarkasi di Indonesia, termasuk Embarkasi Adisumarmo. Kabid Kesehatan PPIH dr H Imam Triyanto MPH mengatakan, pemeriksaan tersebut tidak perlu menimbulkan kekhawatiran bagi setiap calon haji yang berasal dari Indonesia. Sebab, Indonesia bukan termasuk negara endemik SARS. Bila ada calon haji yang kedapatan menderita SARS, petugas akan segera mengisolasi sehingga tidak menulari calon haji lainnya. Selanjutnya, penderita akan diperiksa lebih intensif hingga dinyatakan bebas dari SARS. ''Jadi jamaah haji tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan.'' Namun, dia mengingatkan jamaah asal Indonesia untuk waspada dan berhati-hati. Sebab mereka akan berkumpul dengan jamaah lain sedunia, termasuk dari daerah endemik SARS seperti Taiwan, Cina, Vietnam. Jamaah diimbau untuk tetap mengenakan masker yang disediakan panitia. ''Barangkali kita tidak tahu, jadi untuk lebih amannya, kita tetap mengenakan masker yang telah disediakan.'' Selain untuk menghindari kemungkinan tertular SARS, jelas dia, masker tersebut bisa digunakan sebagai pelindung dari debu. ''Masker juga bisa digunakan untuk menjaga diri dari kelembaban udara yang cukup tinggi. Setiap calon haji biasanya akan menyemprotkan air ke maskernya, sebagai penyeimbang tingginya suhu di sana.'' Sementara itu hingga kemarin, sebanyak 5.654 calon haji telah diberangkatkan melalui Embarkasi Adisumarmo. Sesuai dengan jadwal, kloter 14 yang mengangkut 394 calon haji asal DI Yogyakarta take off pukul 13.30. Sebanyak lima calon haji mutasi keluar, empat di antaranya karena sakit. Mereka adalah Nur Ahmad Affandi bin Muhammad Tarmuji, Sri Hartanti binti Suhari, Nabila Izzatani binti Eko Susilo Adi Utomo, Ir Eko Susilo Adi Utomo bin RE Kayati, dan Sarindi Ismail bin Ahmad Ismail. Selain itu, seorang calon haji dari kloter 21 yakni Muh Solichul Muhdi bin Muhammad Sanusi mutasi ke kloter 14. (G13-78n) Jadwal Keberangkatan: Selasa, 6 Januari 2004 Kloter 15, sebanyak 367 calon haji asal Kabupaten Jepara dan 33 calon haji asal Kabupaten Boyolali berangkat pukul 06.15 Kloter 16, sebanyak 210 calon haji asal Kabupaten Banjarnegara, 122 calon haji asal Boyolali, dan 68 calon haji asal Kabupaten Sukoharjo berangkat pukul 14.00 |