
| Selasa, 6 Januari 2004 | Berita Utama |
Karyawan PT DI Turun ke JalanBANDUNG-Setelah menggelar upaya pemblokiran kawasan pabrik, kemarin ribuan karyawan PT DI yang dirumahkan meramaikan jalan-jalan di Kota Bandung. Aksi mereka dilakukan dalam rangka mencari penyelesaian atas masalah yang menimpa mereka. Seorang karyawan bagian maintenance PT DI, Yogi Priatna mengaku sudah capai memperjuangkan nasibnya. ''Tapi bila tanpa akhir yang jelas, kita tetap berjuang dong,'' katanya di halaman PN Bandung. Menurut Yogi yang sudah berkerja sejak 1978, sudah banyak hal yang dikorbankan atas kemelut yang melanda perusahaan pesawat terbang nasional itu, terutama segi bersosialisasi antarkaryawan. Di kawasan tempat tinggalnya di Melong Green, Cijerah, karyawan yang dirumahkan dan dipekerjakan kembali, seperti sudah memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Tak jarang, di antara mereka malah memilih pindah tempat tinggal. Sebenarnya, kata Yogi, tak ada teror tapi hanya silaturahmi. ''Apa tidak boleh seperti itu. Kami berkunjung ke rumah mereka,'' katanya. Dalam keseharian, kata Yogi banyak karyawan yang dirumahkan memilih berdiam di rumah. Berangkat pukul 05.00 pulang pukul 20.00 dan langsung mengunci diri di rumah. ''Kita sih inginnya ngobrol.''Tak hanya karyawan, di lingkungan para istri pun kenyataan serupa tergelar. Bahkan untuk menggelar pengajian, kini ada dua blok. ''Saya kasihan juga, mereka jadi ikut tertekan,'' katanya. Untungnya, tandas Yogi, kehidupan seperti itu tidak menular ke anak-anak mereka. Awalnya ketegangan memang sempat terjadi, tapi belakangan mereka sadar, yang bermasalah bapaknya. ''Sebenarnya kami sudah capai. Kami ingin masalah ini cepat selesai. Karenanya manajemen harus menghargai keberadaan kami. Kami juga tak ingin, karyawan yang bekerja terus terganggu aktivitasnya,'' keluh Yogi. Sementara Humas SP FKK PT DI, Eko Waluyo menyatakan perjuangan serikat karyawan masih panjang. Karena mereka tengah mempersiapkan gugatan class action atas diri Dirut PT DI, Edwin Soedarmo. ''Untuk sementara blokir dihentikan. Kita consern pada urusan hukum dan menyiapkan masa depan buat karyawan melalui berbagai pelatihan,'' katanya. (dwi-64) |