
| Selasa, 6 Januari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
DPR Dukung Proyek Pasar Ikan Higienis
SEMARANG- Komisi III DPR RI bidang anggaran mendukung rencana pembangunan pasar ikan higienis di Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur. Komisi itu akan memperjuangkan agar proyek multiyears itu mendapat bantuan dana APBN. Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi III Imam Churmain, Senin (5/1), ketika mengunjungi calon lokasi pasar itu. Namun Imam mengingatkan, pemilu tinggal 4 bulan lagi. ''Kalau masih ada waktu, kami akan membahas masalah itu,'' katanya. Setelah Pemilu 2004, susunan keanggotaan DPR RI akan berubah. DPR RI akan lebih banyak diisi orang-orang yang lebih muda. ''Namun, Pemkot ataupun Pemprov Jateng tidak perlu khawatir. Sebab, beberapa anggota Komisi III DPR RI asal Jawa Tengah kemungkinan masih akan duduk lagi di komisi itu. Mereka bisa memperjuangkan agar pembangunan pasar ikan higienis berlanjut,'' ujarnya. Ketika menyampaikan paparannya, Wali Kota H Sukawi Sutarip meminta kepastian kucuran dana APBN untuk membangun pasar ikan higienis di Kelurahan Rejomulyo tersebut. Kepastian itu merupakan pegangan bagi Pemkot untuk merealisasikan pembangunan pasar tersebut. ''Jika ada dan setiap tahun ada kepastian, bisa untuk membayar investor. Saat ini sudah banyak investor yang menawarkan diri.'' Luas lahan yang akan digunakan untuk pasar ikan higienis sekitar 1,4 hektare di bekas Makam Kobong. Menurut Wali Kota, pasar ikan higienis untuk perdagangan grosir dan retail. Bangunan pasar untuk grosir terdiri atas satu lantai dan retail tiga lantai. Lantai pertama untuk pasar ikan basah, lantai II untuk ikan olahan, dan lantai III untuk ikan siap saji. ''Retail siap saji nantinya untuk semua kalangan,'' jelasnya. Dia mengungkapkan, dana yang dibutuhkan seluruhnya lebih kurang Rp 46 miliar. Untuk tahun 2004, sudah ada alokasi dana untuk keperluan itu. Namun, jumlahnya belum bisa dipastikan. Wacana yang berkembang di pusat, alokasi dana untuk keperluan itu sekitar Rp 5,5 miliar. Prospek Setiap hari 200 - 300 ton ikan segar dari berbagai daerah dijual di Pasar Rejomulyo. Transaksi per hari bisa mencapai Rp 4,9 miliar atau Rp 1,8 triliun per tahun. Ikan segar yang dijual di pasar itu datang dari Tulungagung sekitar 8 ton, Demak 37 ton, Bandung 8 ton, Rembang 10 ton, Bali 5 ton, Surabaya 10 ton, Cilacap 5 ton, Juwana, Pati 80 ton, Tuban 5 ton, Kendal 15 ton, dan Jepara 7 ton. Selain itu, dipasarkan pula ikan olahan dari Demak 4 ton, Juwana dan Pati 7 ton, Semarang 1 ton, dan Jepara 4 ton. Sekitar 60% ikan tersebut untuk mencukupi kebutuhan warga Semarang, sisanya dipasarkan kembali ke berbagai daerah, antara lain Yogyakarta, Solo, Surabaya, Blora, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Salatiga, Purwodadi, Klaten, dan Magelang. (G6-63k) |