
| Selasa, 6 Januari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Sosialisasi Pemilu di KecamatanTiap Caleg Ditarik Rp 100 RibuUNGARAN- Sejumlah caleg di Kabupaten Semarang mengeluhkan adanya penarikan uang sebesar Rp 100 ribu guna pelaksanaan sosialisasi pemilu di kecamatan-kecamatan. Penarikan uang tersebut dari hasil kesepakatan tiap partai karena melihat minimnya anggaran di KPU. Dengan adanya penarikan uang tersebut agaknya pemkab tidak memperhatikan pelaksanaan pemilu 2004. ''Seharusnya penarikan uang tersebut tidak perlu dilakukan seandainya pemkab ikut membantu masalah keuangan KPU,'' kata anggota FKB DPRD Semarang Ir Basyari. Selain itu, lanjut dia, pemerintah daerah seharusnya juga tahu saat mengadakan sosialisasi seperti ini KPU membutuhkan banyak biaya. Namun dana yang dimiliki KPU sangat minim. Meskipun penarikan itu hasil kesepakatan tiap partai di Kabupaten Semarang, namun sejumlah caleg tetap berharap Pemkab Semarang tetap ikut memikirkan. ''Bagaimana pun juga KPU masih membutuhkan dukungan dana dari pemerintah daerah,'' kata SA Lubi Widarbo SH, Caleg dari Partai Golkar. Dia memandang, dengan adanya penarikan dana tersebut sepertinya antara KPU dan pemerintah daerah sebagai penyelenggara pemilu tidak ada koordinasi yang baik. Sebab, tanpa koordinasi yang baik, tidak mungkin tiap caleg akan ditarik biaya sosialisasi. Namun, karena itu sudah merupakan kesepakatan partai, Lubi tidak dapat berkata lebih banyak. ''Kalau sudah menjadi kesepakatan partai, apa boleh buat. Kita sebagai caleg akan mengikuti kesepakatan itu sebaik-baiknya,'' ujar dia. Menurut informasi dana KPU dari ABPD sebesar Rp 250 juta. Jumlah itu ternyata tidak mencukupi. Ketua KPU Kabupaten Semarang Ir Budi Satrio saat diminta konfirmasinya mengakui untuk melakukan sosialisasi pemilu ke lima Daerah Pemilihan (DP) dana di KPU memang minim. Tapi bukan berarti pihaknya yang mengusulkan agar tiap caleg ditarik uang sebesar Rp 100 ribu. ''Penarikan uang itu murni hasil kesepakatan partai, bukan kami yang memintanya,'' tegas dia. (H4-84 ) |