logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Ditolak, Droping Bibit Jati Masuk Rehabilitasi Hutan

GROBOGAN - Droping bibit jati, mangga, kemiri, dan sukun dari PT Seruni Citra Mandiri untuk Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) di 14 kecamatan di Kabupaten Grobogan ditolak Sekolah Tinggi Perkebunan (Stiper) Yogyakarta. Sebab, tanaman keras itu menyimpang dari spesifikasi pengadaan karena ketinggiannya rata-rata kurang dari 30 cm.

''Tanaman itu seharusnya selesai didrop sebelum 20 Desember lalu. Namun pelaksana tidak dapat memenuhi karena kesulitan mencari barang,'' kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Grobogan, H Maryono HI SSos, kemarin.

Dia menyatakan Stiper diberi wewenang meneliti spesifikasi 1 juta bibit itu. Lembaga itu ditunjuk oleh Departemen Kehutanan menjadi pemeriksa pengadaan barang dalam proyek GNRHL 2003 di Kabupaten Grobogan dan daerah sekitarnya.

Dalam laporan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kehutanan dan Perkebunan Grobogan, Stiper menyatakan timnya yang diterjunkan sebagai pemeriksa barang bersikap tegas dan objektif. Yakni, mengecek dan meneliti proyek pengadaan bibit sesuai dengan ketentuan. Karena itu bila barang yang dikirim menyimpang dari spesifikasi yang ditentukan langsung mereka tolak.

Batas Akhir

Pada 24 Desember PT itu berjanji memenuhi pengiriman 1.048.850 bibit ke Grobogan. Sebab, saat itu merupakan batas terakhir pengiriman. Ternyata PT tidak dapat memenuhi. Karena itulah tim GNRHL pemerintah akan mengklarifikasi lagi ke pelaksana pengadaan bibit itu melalui pertemuan terpadu dengan tim teknis dan LSM.

''Apa sanksi keterlambatan itu kami belum mengetahui. Yang pasti pelaksana akan ditegur karena tidak disiplin,'' kata dia.

Tim GNRHL terdiri atas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kehutanan dan Perkebunan, Pemerintah Kabupaten, LSM, dan lain-lain. Dia mengakui dari rencana pengedropan sebelum 20 Desember PT Seruni Citra Mandiri tak dapat memenuhi kontrak yang ditandatangani. Sebab, penangkar bibit yang dikontrak belum dapat memenuhi pesanan karena bibit masih muda.

Pada 24 Desember rencananya Bupati H Agus Supriyanto SE, Ketua DPRD Septa Yuardi, Muspida, dan pejabat pemerintah mencanangkan proyek GNRHL Rp 12 miliar itu di Toroh. Namun karena pelaksana pengadaan barang belum siap mengedrop sesuai dengan jadwal, pencanangan GNRHL di tanah rakyat diundur.

Kemarin cemplongan dan kompos untuk tanaman sudah disiapkan kelompok tani hutan rakyat di 14 kecamatan. Yaitu, Wirosari 125 ha, Ngaringan 173 ha, Gabus 134 ha, Kradenan 175 ha dan Pulokulon 150 ha. Di Geyer 100 ha, Toroh 75 ha, Karangrayung 225 ha, Kedungjati 125 ha, dan Tanggungharjo 100 ha. Bibit GNRHL itu, terutama jati, sudah didrop ke beberapa lokasi penanaman. Sebab, pemeriksa barang dari Stiper menyatakan bibit itu memenuhi syarat ditanam.

Eny dari PT Seruni Citra Mandiri, yang ditunjuk sebagai pelaksana pengadaan bibit, berusaha memenuhi spesifikasi tanaman GNRHL 2003 seperti ditentukan dalam kontrak. Bahkan sebelum 15 Januari semua jenis bibit telah didrop di lokasi rehabilitasi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan Kehutanan Ir Edhie Sudaryanto menyatakan sebelum 15 Januari pengedropan bibit harus selesai. Semua bibit yang tidak sesuai dengan spesifikasi pengadaan barang harus diganti. (A23-84g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA