logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Jembatan Timbang Gubug Dinilai Kurang Tepat

SEMARANG-Lokasi jembatan timbang yang terletak di ruas jalan raya Gubug Kabupaten Grobogan atau tepatnya sekitar 100 meter dari Terminal Bus Gubug, dinilai Komisi D DPRD Jateng kurang tepat. Sebab, tidak semua angkutan barang bisa terjaring di jembatan timbang itu.

''Untuk ke depan, saya kira DLLAJ Jateng perlu segera mencari lokasi lain yang lebih strategis. Sebab, banyak angkutan barang yang menghindar lewat ruas jalan Dempet, Kabupaten Demak, sehingga tidak terjaring,'' kata anggota Komisi D DPRD Jateng H Zuber Syafawi SAg di Gedung Berlian, kemarin.

Dia mengatakan, kalau keberadaan jembatan timbang itu untuk mengontrol truk angkutan barang yang melalui ruas jalan tersebut, harus dicarikan lokasi alternatif. ''Percuma saja ada jembatan timbang, kalau nggak bisa untuk mengontrol angkutan barang.''

Sekretaris Komisi D Drs H Ali Mansyur HD menambahkan, untuk mengakomodasi keinginan para sopir truk dan melihat proses pembangunan jembatan timbang itu, Komisi D akan melakukan peninjauan ke lapangan. Rencananya, kegiatan itu akan dilakukan pada Rabu (7/1) besok.

''Komisi D memang sudah lama menjadwalkan untuk meninjau lokasi. Sebab, proyek itu dibiayai dari APBD Jateng. Jadi, kami ikut bertanggung jawab terhadap proyek itu,'' katanya.

Sarang Pungli

Selain itu, lanjut dia, Komisi D akan meminta kepada Kepala DLLAJ Jateng untuk bertindak hati-hati sebelum mengoperasikan jembatan itu. Apalagi saat ini ada upaya penolakan dari sejumlah sopir truk terhadap rencana tersebut.

''Paling tidak, jembatan timbang jangan menjadi sarang pungli lagi. Karena itu, petugas yang di sana harus benar-benar bersih. Jangan sekali-kali merugikan rakyat kecil, sebab mereka akan berteriak,'' tandasnya.

Dia mengakui selama ini petugas di jembatan timbang sangat rentan melakukan tindakan pungli. Karena itu, Komisi D sudah melakukan antisipasi dengan memberikan anggaran tersendiri bagi para petugas jembatan timbang.

''Jadi, honor untuk petugas jembatan timbang sudah dianggaran dalam APBD. Kalau di lapangan masih ditemukan adanya pungli, Kepala DLLAJ Jateng harus bertanggung jawab,'' katanya.

Biaya Tinggi

Dia berharap pengoperasian jembatan timbang yang rencananya dimulai pada 15 Januari itu tidak menyebabkan biaya tinggi pada angkutan truk jalur tersebut.

Sebaliknya fungsi jembatan itu untuk mengontrol angkutan barang yang melintas di jalur tersebut.

''Saya kira ini tantangan buat Kepala DLLAJ yang baru. Intinya, Dewan minta jangan sampai jembatan timbang itu justru menyebabkan biaya tinggi,'' tegasnya.

Pendapat serupa juga dilontarkan anggota Komisi D lainnya, Munir Syafe'i. Dia mengingatkan, jangan sampai beroperasinya jembatan timbang itu justru menyengsarakan para sopir truk. Karena itu, dia meminta petugas DLLAJ yang ditugaskan di jembatan timbang harus jujur.(D14-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA