logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

RAPBD Defisit Rp 15 Miliar

  • Untuk Bayar Buku ke PT BP Rp 14,5 M

SALATIGA - Penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kota Salatiga tahun 2004 oleh eksekutif, patut disikapi dengan kritis oleh masyarakat. Pasalnya, RAPBD-nya disusun defisit Rp 14.940.223.000.

Salah satu penyebabnya, diduga Pemkot tetap membayarkan kekurangan pembelian buku ke PT Balai Pustaka (BP) Rp 14,5 miliar. Dana pembelian buku itu mencapai Rp 18 miliar, namun Pemkot baru membayar Rp 3,5 miliar. Sisanya akan dibayarkan tahun 2004 ini.

Pengantar nota keuangan RAPBD tahun 2004 itu, Senin (5/1) dipaparkan Wali Kota H Totok Mintarto Notonagoro di depan anggota DPRD.

Menurut Totok, defisit sebesar itu bisa terjadi karena jumlah seluruh belanja daerah direncanakan Rp 166.392.832.000. Padahal, pendapatan daerah sendiri direncanakan Rp 151.452.609.000.

Pendapatan daerah itu berasal dari tiga pos, yakni pendapatan asli daerah (PAD) Rp 21.914.428.000. PAD itu sendiri berasal dari pajak daerah Rp 3.731.200.000. Kemudian, dari retribusi daerah Rp 11.073.197.000, serta hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang direncanakan Rp 892.500.000. Terakhir berasal dari pos PAD lain yang sah, Rp 6.217.531.000.

Dari pos dana perimbangan mencapai Rp 128.600.181.000. Itu berasal dari bagi hasil pajak/bukan pajak Rp 8.535.583.000, dana alokasi umum Rp 107.734.000.000. Dana lokasi khusus Rp 5,5 miliar, serta bagi hasil pajak dan bantuan keuangan dari provinsi Rp 6,8 miliar. Adapun dari pos lain-lain pendapatan yang sah direncanakan Rp 938 juta.

Prioritas

Dengan pendapatan yang direncanakan Rp 151 miliar, ternyata jumlah belanja daerah mencapai Rp 166 miliar. Perinciannya, belanja aparatur daerah mencapai Rp 67 miliar yang dipergunakan belanja administrasi umum Rp 58 miliar, belanja operasi dan pemeliharaan Rp 3,5 miliar, serta belanja modal Rp 5,3 miliar.

Sementara itu, dalam buku Nota Keuangan RAPBD Kota Salatiga dituliskan, walaupun mengalami defisit Rp 14,9 miliar, diduga Pemkot akan membayar kekurangan pengadaan buku melalui PT BP Rp 14,5 miliar.

Pasalnya, dari tahun anggaran 2003 lalu pengadaan buku dianggarkan sekitar Rp 7 miliar, namun baru dibayarkan sekitar Rp 3,5 miliar. Sisanya, menurut sebuah sumber, masih ditahan di rekening tertentu.

Dalam halaman 30 buku itu dituliskan, prioritas pembiayaan akan dilakukan untuk pengadaan buku ke PT BP.Untuk tahun anggaran 2004 ini, Pemkot akan mengucurkan dana ke PT BP sekitar Rp 11 miliar lagi. Dana itu dianggarkan melalui anggaran bidang pendidikan yang direncanakan Rp 62.258.730.000.

Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Salatiga Drs Petrus Resi membenarkan, sisa pembelian buku akan dibayarkan pada tahun anggaran 2004 ini.

Seperti diberitakan, dana pembelian buku melalui PT Balai Pustaka Rp 18 miliar, sebagian besar diduga digunakan untuk bancakan oknum tertentu. Pasalnya, menurut perhitungan seorang anggota Ikapi Jateng, dana pengadaan buku ke PT BP paling banyak mencapai sekitar Rp 4,8 miliar saja, sehingga sisanya itulah yang diduga dipergunakan untuk bancakan oknum tertentu.(A2-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA