
| Selasa, 6 Januari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
EDT Cara Mudah Memasang LampuTahan Tegangan hingga 1.000 VoltJATUH ketika hendak memasang atau mengganti bola lampu, mungkin pernah kita alami. Baik jatuh dari kursi yang ditaruh di atas meja, tempat tidur maupun jatuh dari tangga, karena gagal menjangkau bola lampu. Biasanya untuk menggantikan bola lampu di plafon, langit-langit rumah atau lampu gantung kita menggunakan tangga atau meletakan kursi di atas meja untuk menjangkau fitting, tempat lampu menempel. Belum lagi bahaya kesetrum, karena ketika menggantikan lampu, tangan kita langsung bersentuhan langsung dengan bola lampu yang masih menempel fitting. Pekerjaan sederhana ini ternyata bisa mengundang bahaya besar. Kini, banyak orang ingin cara lebih mudah mengganti bola lampu, menurunkan, melepas dan kemudian menggantikan dengan yang baru, tanpa jatuh atau kesetrum. Stick EDT Adakah cara mudah untuk memasang lampu itu? Ir Dwi Wahyudi Mowo Prabowo, bekas pegawai PLN Semarang telah menciptakan suatu alat sederhana untuk membantu memudahkan siapa pun memasang atau menggantikan bola lampu di plafon atau tempat ketinggian lain. Alat yang diberi nama enak, dinamis dan tuntas (EDT) ini lahir dari kreativitas. Sebuah stik/batang dari pipa berbahan logam ringan, diujungnya memiliki jari-jari fleksibel yang bisa berfungsi seperti jari-jari manusia, memegang, memutar dan melepas. Penggunaan alat ini mudah dan sederhana. Siapa pun bisa menggunakan, termasuk ibu-ibu rumah tangga tidak perlu menunggu kedatangan suami atau anak lelakinya untuk menggantikan bola lampu yang mati. Penciptanya Mowo, panggilan akrab Mowo Prabowo, kepada Suara Merdeka mengatakan alat ini terbuat dari pipa logam yang ringan, alumunium, dan pita khusus sebagai bahan isolasi. Produk ini tersedia berbagai ukuran diameter dan panjang. Panjang maksimum 2 meter dan terpendek 1,5 meter, sementara diameter pipa 15 mm sampai 20 mm dengan beragam warga. Untuk memudahkan penyimpanan produk ini dirancang knock down yang dapat dirangkai, sehingga praktis untuk dibawa dengan kendaraan bermotor atau sepeda atau disimpan. Menurut dia keuntungan alat ini praktis, ringan dan mudah penggunannya. Aman terhadap tegangan listrik hingga 1.000 volt, daya tahan hingga 10 tahun dan harga relatif murah Rp 25.000 sampai Rp 50.000. Sejak diluncurkan Mei 2002, produksi rumah tangga di kawasan Gajahmungkur Semarang ini terus meningkat. Kini sudah sekitar 1.000 buah dipasarkan melalui perorangan, toko, supermarket dan mal-mal di berbagai kota Semarang, Bandung, Jakarta, Bekasi, Cirebon, Pekalongan, Kudus, Sukoharjo, Tegal, dan Cilacap. Menurut Mowo produknya tergolong karya ilmiah, sehingga untuk menghindari pemalsuan dan pembajakan, pihaknya sudah mendaftarkan produk itu di Departemen Kehakiman dan HAM. (Arie Widiarto-73) |