logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pembobol Rumah Kosong Nyaris Dibakar Massa

SEMARANG TENGAH- Agus Prihatin (32), warga Jl Cempedak Utara Kelurahan Lamper Lor, Semarang nyaris tewas dihajar massa setelah kepergok membobol rumah tetangganya dan mencuri barang milik korbannya, Senin (5/1). Dia hampir saja dibakar jika tak cepat diselamatkan polisi. Meski demikian, tak urung tubuhnya babak belur akibat dihujani pukulan warga yang marah.

Emosi warga cukup beralasan, karena banyak di antara mereka yang menjadi korban aksi tersangka. Hanya, meski kecurigaan sudah begitu menguat, warga tak punya cukup bukti untuk menangkap lelaki itu.

Agus mengaku sedikitnya sudah 10 kali beraksi, sasarannya rumah tetangga yang kosong. Kadang dia mencuri sendirian, tetapi di lain waktu bersama temannya yang hingga kini belum tertangkap.

Modusnya selalu sama, yakni mencongkel pintu menggunakan linggis kecil, lalu mengobrak-abrik hampir seluruh ruangan dan menguras barang apa saja yang bisa dijual.

Dari 10 kali beraksi, Agus telah meraup uang puluhan juta rupiah, aneka ragam perhiasan emas seberat puluhan gram, dan berbagai barang berharga seperti televisi, radio tape, telepon genggam, dan lain-lain.

Sebagian besar uang dia gunakan untuk bermabuk-mabukan dengan teman-temannya, sebagian lain untuk membiayai kebutuhan istri dan lima anaknya.

''Saya tidak punya pekerjaan tetap,'' ujar Agus, sambil mengusap-usap bibir dan mata kirinya yang bengkak kebiruan.

Salah seorang warga, Suwandi (38), mengatakan, Agus sudah lama dicurigai warga sebagai pelaku pencurian di kampungnya. Alasannya, gerak-geriknya kerap terlihat mencurigakan. Selain itu, meski tak punya pekerjaan tetap, dia bisa menghidupi keluarganya berkecukupan.

Dipendam

Namun demikian kecurigaan itu hanya dipendam. Selain tak punya cukup bukti, sebagian warga juga takut pada Agus dan teman-temannya, karena mereka kerap bermabuk-mabukan dan bertingkah laku kasar.

Ulah tersangka akhirnya terbongkar Senin (5/1) sekitar pukul 09.30 saat membobol rumah milik Budi Cahyono (35). Seorang wanita melihat Agus mencongkel pintu belakang rumah yang sedang ditinggalkan pemiliknya itu, namun tersangka tidak menyadari dirinya diamati.

Kejadian itu segera diberitahukan ke warga. Dalam waktu singkat, puluhan orang mendekat dan mengepung rumah itu. Agus ditangkap dan langsung dihajar tepat ketika dia keluar sambil membawa uang Rp 250.000 dan perhiasan emas hasil mencuri. Di tengah suara hiruk-pikuk warga yang emosi, terdengar teriakan dari beberapa orang yang menginginkan tersangka dibakar.

Namun, sebelum aksi massa itu berlanjut lebih jauh, polisi datang dan membawa pelaku ke Mapolsek Semarang Tengah.

''Entah bagaimana jadinya kalau polisi tidak cepat datang,'' kata Suwandi, yang mengaku juga pernah kecurian uang dan jam tangan saat Lebaran lalu. Ketika itu rumahnya ditinggal mudik ke Boyolali. Agus telah mengaku dialah pelakunya.

Tarno (38), korban lain, mengaku kehilangan uang Rp 2,5 juta saat bulan Puasa lalu. Padahal, uang tersebut bukan miliknya, melainkan iuran peserta pengajian dan kas RT setempat. Tarno merasa sangat jengkel, karena akibat perbuatan tersangka, dirinya harus mengganti uang tersebut dari koceknya. (G3-73k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA