logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Internasional  
Line

Vajpayee-Musharraf Bertemu Satu Jam

ISLAMABAD - Perdana Menteri India, Atal Behari Vajpayee, dan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, mengadakan pertemuan pertama dalam lebih dari dua tahun, kemarin. Pertemuan yang diadakan di sela-sela KTT regional di Islamabad tersebut menimbulkan harapan bagi perdamaian.

''Kedua pemimpin itu menyambut baik langkah-langkah belum lama ini menyangkut normalisasi hubungan antara kedua negara bertetangga itu. Mereka juga menyatakan harapannya bahwa proses tersebut akan berlanjut,'' kata Menlu India, Yashwant Sinha, pada konferensi pers.

Namun Sinha tidak bersedia menggambarkan apakah kedua pemimpin tersebut membuat kemajuan dalam pembahasan satu jam di sela-sela KTT Asosiasi Kerja Sama Wilayah Asia Selatan (SAARC).

''Kenyataan bahwa PM India datang ke Islamabad untuk KTT SAARC, kenyataan jika PM India bertemu PM dan Presiden Pakistan, dan saya bertemu Menlu Pakistan, sudah merupakan satu kemajuan, katanya.

Menurutnya, pemimpin dua negara yang memiliki senjata nuklir itu akan berupaya mengambil langkah guna memperbaiki hubungan setelah pertemuan kemarin.

Sebelumnya, Menteri Informasi Pakistan, Sheikh Rashid Ahmed, meningkatkan harapan bagi dicapainya terobosan dengan mengatakan kedua negara itu tengah menyusun satu ''deklarasi'' setelah pertemuan tersebut.

Ditanya tentang hal itu, Sinha mengatakan: ''Kami sedang berhadapan dengan masalah yang sangat sensitif. Pada tahap ini, siapa pun yang mengatakan hal lain selain yang saya katakan tidak perlu dipercaya. Tak sembarang orang berhak memberikan perincian.''

Dialog Terstruktur

Pakistan sedang berupaya keras bagi dicapainya satu kesepakatan guna memulai ''dialog terstruktur'' dengan India. Dialog tersebut dimaksudkan untuk menyelesaikan persengketaan lama mereka tentang Kashmir. Dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Masood Khan, menyebut pertemuan kemarin itu sebagai ''awal yang bagus''.

Kashmir merupakan penghalang utama bagi kemajuan antara kedua negara tersebut. Daerah tersebut dibagi di antara dua negara rival itu sejak perang yang meletus setelah kemerdekaan dari Inggris tahun 1947. Persengketaan sengit itu menyebabkan puluhan ribu orang tewas sejak itu.

Dua tahun lalu, dua negara bertetangga tersebut nyaris berperang memperebutkan Kashmir, setelah serangan di gedung parlemen India di New Delhi. India menyalahkan kelompok militan dukungan Pakistan atas serangan tersebut.

Namun April lalu, Vajpayee meluncurkan apa yang disebutnya upaya akhir bagi perdamaian dalam kehidupannya. Sejak itu, hubungan diplomatik penuh dijalin lagi dan beberapa hubungan perjalanan dipulihkan lagi.

Barangkali terobosan terbesar dicapai November lalu ketika Pakistan mengumumkan gencatan senjata di sepanjang garis depan di Kashmir.

Sinha mengatakan, ada ruang bagi ''langkah-langkah membangun kepercayaan (CBM)'' lebih lanjut di antara kedua pihak. ''Saya kira kemungkinan lebih banyak CBM masih bisa dilakukan,'' jelasnya.

Para diplomat menyambut baik langkah-langkah belum lama ini untuk memperbaiki hubungan kedua negara itu dan dimulainya lagi kontak-kontak tingkat tinggi. Namun mereka memperingatkan, kedua pemimpin itu masih berselisih pendapat soal Kashmir.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA