logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Internasional  
Line

Ibu Kota Iran Mungkin Dipindah

TEHERAN - Berkaitan dengan tingginya angka kematian dan parahnya kerusakan akibat gempa di Bam baru-baru ini, para anggota parlemen Iran mempertimbangkan untuk memindahkan ibu kota negara itu jauh dari Teheran, lapor beberapa koran, Senin kemarin.

''Dewan Agung Keamanan Nasional (SNSC) akan segera membahas rencana untuk memindahkan ibu kota dari Teheran,'' kata Ketua SNSC Hassan Rohani, seperti dikutip koran Hayat-e No.

Rohani mengatakan, rencana memindahkan ibu kota negara, yang terletak di daerah gempa utama, diusulkan oleh SNSC pada 1991. Namun karena ada penentangan dari pihak-pihak tertentu, rencana tersebut dibatalkan.

Bahkan sebelum gempa bumi 26 Desember lalu di Bam, yang berkekuatan 6,8 skala Richter dan menewaskan lebih dari 30.000 orang, para pakar gempa telah mengingatkan bahwa gempa kuat di Teheran akan menjadi bencana besar bagi kota berpenduduk 12 juta jiwa tersebut.

Bahram Akasheh, profesor geofisika di Universitas Teheran, mengatakan gempa berkekuatan sama seperti di Bam dapat menewaskan lebih dari 700.000 warga Teheran. Gedung-gedung pemerintah pasti hancur, sehingga negara menjadi tak berdaya untuk merespons bencana seperti itu.

Akasheh telah menulis surat kepada Presiden Mohammad Khatami untuk mengusulkan pemindahan ibu kota ke Kota Isfahan, yang merupakan ibu kota negara itu pada abad ke-16 di bawah kekuasaan Syah Abbas Agung. Ibukota Iran pindah ke Teheran pada 1788.

Teheran terakhir kali dilanda gempa pada 1830, tetapi para pakar mengatakan jalur gempa utama terletak di sepanjang kaki Gunung Alborz di utara ibu kota Iran tersebut. Sejumlah guncangan kecil menyerang kota itu setiap tahun.

Koran Aftab-e Yazd kemarin melaporkan, Kementerian Kesehatan Iran memperkirakan, gempa berkekuatan tujuh skala Richter akan menghancurkan 90 persen rumah sakit di Teheran.

Rohani mengatakan, SNSC akan memperbarui usulan 1991 tentang pemindahan ibu kota tersebut dan mengajukannya agar dipertimbangkan pada akhir tahun kalender Iran, yakni Maret 2004.

Dia tidak mengatakan, ke kota mana ibu kota Iran akan dipindahkan.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA