logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Internasional  
Line

SARS Muncul Lagi di Cina Selatan

BEIJING - Cina, kemarin, memberikan konfirmasi bahwa seorang produser televisi berusia 32 tahun di Guangdong, Cina selatan, mengidap sindrom pernapasan sangat akut (Severe Acute Respiratory Syndrome - SARS).

Itu merupakan kasus SARS pertama di negara komunis tersebut sejak wabah mendunia penyakit itu dinyatakan berakhir Juli lalu.

SARS kali pertama terdeteksi di Guangdong November 2002. Penyakit mematikan tersebut menyebar ke seluruh dunia serta menewaskan 800 orang, termasuk 350 di Cina, dan melumpuhkan industri pariwisata dan penerbangan di Asia.

''Penyakit itu dikonfirmasikan setelah pengujian-pengujian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Guangdong dan Pusat Pengendalian Penyakit Cina. Hasil pengujian tersebut telah ditinjau kembali dan sejalan dengan tes dua laboratorium SARS WHO,'' kata Kementerian Kesehatan Cina, dalam suatu pernyataan.

Kementerian Kesehatan tersebut menambahkan, 17 dari 81 orang yang telah melakukan kontak dengan pasien tersebut, kini dikarantina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan mengeluarkan pernyataan singkat yang juga menegaskan adanya kasus SARS tersebut. Pekan lalu, WHO mengatakan jika kasus tersebut dikukuhkan, hal itu tidak akan menjadi dasar untuk mengeluarkan peringatan perjalanan ke Cina.

Bantai Musang

Dalam suatu kampanye untuk menghentikan berulangnya wabah massal SARS, Cina mengumumkan rencana memberantas ribuan musang dan upaya menyapu bersih tikus dan kecoa.

Guangdong berencana membantai sekitar 10.000 musang dan menutup pasar hewan liar untuk menghilangkan sumber penyakit tersebut, kata media pemerintah.

''Kami akan memulai kampanye kesehatan patriotis untuk memberantas tikus dan kecoa, dalam rangka menyediakan tempat yang benar-benar bersih selama tahun baru Cina,'' kata Feng Liuxiang, pejabat Biro Kesehatan Provinsi Guangdong, seperti dikutip media pemerintah. Tahun baru Cina dimulai pada 22 Januari mendatang.

''Dan kita akan membantai seluruh musang di pasar-pasar Guangdong, yang berjumlah sekitar 10.000 ekor,'' katanya dalam suatu gerakan yang mengingatkan pada kampanye pemberantasan hama pada masa kekuasaan Mao Zedong.

Di Filipina, seorang wanita yang diduga tertular SARS sewaktu dia bekerja di Hong Kong telah diisolasi. Namun para pejabat kesehatan kemarin mengatakan, terlalu dini untuk menyatakan apakah wanita itu mengidap virus maut tersebut atau tidak. Suami wanita itu dan dokter pribadinya juga diisolasi.

Juru bicara Pusat Pengendali Penyakit Provinsi Guangdong mengatakan, sampel genetika virus dari pasien SARS tersebut mirip dengan coronavirus yang ditemukan pada musang, santapan lezat di Cina selatan.

''Kami harus memulai langkah-langkah untuk mencegah wabah SARS dan melarang penjualan dan penyantapan hewan liar tersebut, dalam upaya mengurangi peluang tertular virus SARS,'' katanya seperti dikuti Xinhua.

Pasien tersebut dirawat di rumah sakit di Guangzhou Desember lalu. Tetapi tes laboratorium tidak menyatakan dia mengidap SARS.

Pasien itu mengatakan kepada para dokter bulan lalu bahwa dia belum pernah meninggalkan Guangzhou atau memakan daging hewan liar selama sebulan sebelum dirawat di rumah sakit. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA