
| Selasa, 6 Januari 2004 | Ekonomi |
Penjualan Lippo Ditargetkan Selesai Pertengahan FebruariJAKARTA-BPPN menargetkan penjualan 52,05% saham Bank Lippo dapat diselesaikan pada pertengahan Februari. Saat ini sudah ada tiga investor yang berminat. "Tiga investor itu merupakan investor lama yang ikut kembali, namun kami masih membuka kesempatan jika ada investor lain yang ingin ikut serta," kata Ketua BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung, kemarin. Sebelumnya, BPPN membatalkan hasil tender ketiga investor itu, yakni Eurocapital Asia Limited, Platinum Securities Company Limited, dan Swissasia Global, karena penawaran mereka di bawah harga dasar yang ditetapkan. BPPN, menurut Syafruddin, praktis hanya memiliki sisa waktu 37 hari sampai akhir tugas pada 27 Februari 2004, sehingga seluruh penjualan aset termasuk saham bank akan dipercepat dalam upaya memenuhi target Rp 5 triliun. ''Di samping itu, kami tengah mempersiapkan rencana divestasi 71% saham Permata Bank,'' tuturnya. Menyangkut masih ada masalah hukum terkait dengan cessie Bank Bali, ia mengatakan hal itu akan diselesaikan secara pararel dengan penjualan saham Permata Bank. ''Untuk itu kami akan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada Komisi IX DPR-RI,'' jelasnya. BPPN, kata dia, juga masih memiliki sisa saham bank-bank yang belum terjual. Antara lain saham Bank BCA 6,55%, Bank Niaga 26,15%, Bank Danamon 28,35%, dan Bank BII 22,49%. "Saham-saham bank itu nanti akan dikaji berdasarkan daya serap pasar, sebab kalau tidak memungkinkan akan diserahkan pada Perusahaan Penampung Aset (PPA)," ujarnya. Syafruddin menjelaskan pihaknya tidak akan memaksa penjualan saham Bank Lippo dan Permata Bank pada akhir tahun andai calon investor tetap menawar di bawah harga dasar. "Sebelumnya sudah saya katakan kepada investor itu, jika masih menawar di bawah harga yang ditetapkan termasuk tidak mengubah susunan konsorsium sebagaimana yang disyaratkan maka Bank Lippo tidak akan dijual," tegasnya.(ant-53) |