logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Ekonomi  
Line

Omzet Pasar Klewer Turun 50 Persen

SOLO - Kedatangan musim haji membawa dampak kelesuan di Pasar Klewer, Solo. Omzet pusat perdagangan tekstil itu setiap hari turun drastis hingga 50% dibandingkan dengan sebelum musim haji.

''Setiap datang musim haji kondisi pasar memang sangat lesu. Perdagangan menurun drastis,'' kata Sunarto, salah seorang pedagang, ketika ditemui di Kantor Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), kemarin.

Pedagang lainnya, H Hafidz Safari menambahkan, omzet rata-rata perdagangan di tempat itu pada hari-hari biasa sekitar Rp 3 miliar - Rp 4 miliar.

Akan tetapi pada musim haji atau sejak sekitar awal pekan lalu, jumlah tersebut mulai turun dan sekarang hanya berkisar Rp 1,5 miliar - Rp 2 miliar.

Sunarto melanjutkan, ada beberapa penyebab perdagangan saat ini melesu. Di antaranya, kebanyakan pemasok barang di Pasar Klewer adalah muslim.

Saat datang musim haji, lanjut dia, mereka disibukkan oleh urusan ibadah haji sehingga barang yang dipasok berkurang. Bahkan beberapa pemasok besar menghentikan proses produksi dan tidak memasok.

Selain itu, kebanyakan pembeli di sini bukan pedagang kecil, tetapi pedagang kulakan atau grosir yang menjual lagi barang tersebut. ''Sebagian besar pembeli juga muslim sehingga mereka disibukkan oleh urusan haji pula,'' tambahnya.

Pedagang yang mengalami penurunan omzet, kata dia, bukan hanya yang menyediakan konfeksi atau pakaian jadi, melainkan juga kain.

Kain itu dibeli oleh pengusaha industri rumahan untuk dijahit menjadi pakaian jadi. Pakaian-pakaian itu lantas dijual lagi ke Pasar Klewer.

''Pengusaha industri rumahan tersebut pada saat seperti sekarang juga mengurangi produksi karena tahu pasar sepi,'' jelasnya.

Lantaran jumlah barangnya tak terlalu banyak, pembeli mengurangi pembelian. Soal harga bukan salah satu faktor yang membuat transaksi sepi.

Keadaan sepi dan lesu tersebut, kata dia, diperkirakan berlangsung sekitar 45 hari. Para pedagang telah hafal sehingga meski pada awalnya banyak yang mengeluh, tetapi lama-lama menjadi biasa.

Mereka akhirnya juga mengurangi barang-barang dari pemasok untuk menghindari kerugian. Setelah Idul Adha, omzet akan membaik dan kembali normal.

Kondisi berbeda hanya dirasakan oleh sebagian kecil pedagang yang menjual pakaian muslim. Omzet mereka justru meningkat pesat saat musim haji ataupun menjelang Idul Adha.

''Omzet mereka pada saat ini bisa naik dua sampai tiga kali,'' ujarnya. (G18-53n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA