
| Selasa, 6 Januari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Kamtibmas Turun, Korban Meninggal NaikSITUASI aman, tenteram, dan kondusif adalah dambaan masyarakat. Tanpa hal itu tidaklah mungkin warga bisa beraktvitas dengan tenang. Karena itulah Polres Batang bersama seluruh komponen masyarakat bahu-membahu menciptakan iklim sejuk. "Iklim sejuk adalah modal yang tak ternilai. Apalagi di tengah-tengah pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat," kata Kapolres AKBP Drs Edy S Setjo MM. Tahun 2003 telah berlalu. Berbagai tindak pidana dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi catatan dan dievaluasi untuk tugas tahun berikutnya. Tahun 2004 bangsa Indonesia memasuki babak baru dengan pemilihan umum terbuka. Tugas berat bagi polisi pun menanti. Berdasar evaluasi tahun 2003, gangguan kamtibmas menurun.Itu menjadi modal bagi Polres Batang melayani, mengayomi, melindungi, dan menegakkan hukum. Pencurian kendaraan bermotor yang menonjol pada tahun 2002, yakni 20 kasus, pada tahun 2003 turun menjadi sembilan kasus. Pencurian dengan kekerasan turun dari 10 kasus menjadi tiga kasus. "Data evaluasi tahun 2003 sekaligus kami jadikan data awal tahun 2004 ini sebagai fooding dan feedback. Itu selanjutnya kami jadikan tolok ukur. Keberhasilan kami akui secara jujur berkat bantuan semua pihak, mulai dari Bupati bersama jajaran pemerintah, DPRD, TNI, instansi terkait, alim ulama, pengusaha, dan komponen masyarakat lain. Tak terkecuali rekan-rekan wartawan," ujar dia. AKBP Drs Edy S Setjo MM selalu menekankan pada anggotanya untuk selalu mendekati masyarakat dengan memahami karakteristik daerah dan budaya masyarakat. Dalam operasi di lapangan pihaknya menerapkan pola khas yang dikembangkan, disesuaikan, dan disempurnakan. Operasi rutin untuk mengantisipasi kriminalitas, misalnya, dilakukan dengan menggiatkan patroli multifungsi, berkait, bersinggungan, bersentuhan antarpolsek. Juga operasi subuh bergerak baik di Polsek pantura maupun jalur selatan. Peran Masyarakat Dia mengemukakan daya ungkap kasus tahun 2003 84,93%. Dari 73 laporan berhasil diselesaikan 62. Faktor pendorong keberhasilan adalah peran serta masyarakat. Masyarakat mau melaporkan kejadian secepat mungkin dan memberikan informasi akurat serta siap menjadi saksi. Masyarakat Batang bahu-membahu menciptakan kondisi yang aman, tenteram, dan damai. Aksi tawuran yang dulu sering terjadi, sekarang turun. Itu bisa diantisipasi dengan selalu memberikan pembinaan dan penyuluhan. Polres selalu memberdayakan potensi masyarakat. "Unjuk rasa tahun 2003 47 kali. Tak satu pun menimbulkan benturan atau perbuatan anarkis. Beda pendapat boleh, tetapi selesaikanlah dengan kepala dingin." Namun korban kecelakaan tahun 2003 justru naik. Tahun 2002 korban meninggal dunia 16 orang, tahun 2003 menjadi 25 orang. Korban luka berat turun dari 18 orang menjadi delapan orang. Kejadian tahun 2002 mengakibatkan kerugian Rp 214.650.000, sedangkan tahun 2003 menjadi Rp 369.650.000. Hampir 80% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pengemudi tak menghargai pengguna jalan lain. Misalnya, ugal-ugalan atau sembrono, tak memperhatikan daya kemampuan diri dan kendaraa, memaksakan diri saat kelelahan, tidak mengontrol kecepatan, mengabaikan kelaikan dan kelayakan kendaraan. Kapolres mewanti-wanti anggotanya agar tidak larut. Namun harus menggunakan keberhasilan sebagai perangsang dan pemacu semangat kerja. Dengan harapan, pada tahun 2004 lebih bagus.(Arif Suryoto-58g)
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||