
| Selasa, 6 Januari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Deteksi Bahan Peledak dengan Tenaga DalamLEDAKAN bom berikut teror berisi ancaman sebuah gedung akan diledakkan melanda berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan pernah terjadi pengeboman di Bali yang meminta banyak korban jiwa wisatawan mancanegara. Berikutnya terjadi ledakan di Hotel JW Marriot Jakarta dan berbagai peristiwa lain. Lazimnya untuk mendeteksi bom atau bahan peledak, petugas keamanan menggunakan detektor atau anjing pelacak. Namun Santonio, satpam Bank Niaga Magelang, mampu mendeteksi dengan tenaga dalam serta kedua mata ditutup. Lapisan yang menutupi matanya dua macam. Pertama, matanya ditutupi pembalut luka. Kedua, kain hitam tebal berbentuk kacamata. Dia memamerkan keahlian itu di hadapan Kapolda Jateng Irjen Drs Didi Widayadi MBA saat peringatan HUT Ke-23 Saptam Tingkat Jateng yang dipusatkan di Magelang, beberapa hari lalu. Semua tamu undangan pun kagum. Kebolehan lelaki itu tidak sebatas mampu mendeteksi bahan peledak. Dia juga bisa membaca kartu tanda penduduk (KTP) Bupati Magelang, Drs H Hasyim Afandi, dan Komisaris Besar Polisi Drs Ismail dengan mata tertutup. Dia memegang KTP dengan tangan kiri dalam posisi membaca, lalu menggerakkan tangan kanan di atas KTP. Kali pertama dia membaca KTP Ismail, kemudian baru KTP Bupati Magelang. Kedua KTP dia baca dengan lancar, tanpa kesalahan sedikit pun. Dia membaca nomor induk KTP, nama, tempat tanggal lahir, status, alamat, agama, dan golongan darah. Keberhasilan itu disambut hadirin dengan tepuk tangan meriah. Pertunjukan kedua berupa penyerahan bunga kepada Kapolda. Begitu protokol mengutarakan hal itu, Kapolda yang semula duduk di depan Santonio langsung pindah tempat duduk ke baris kedua di belakang para kapolwil. Tangan kiri Santonio memegang bunga. Dia menggerakkan tangan kanan ke kanan dan kiri, mencari Kapolda. Berhasil Ditemukan Dia berhasil menemukan dan me-nyerahkan bunga. Berikutnya Kapolda diminta membuka tutup mata yang dikenakan Santonio. Barulah diketahui bahwa matanya ditutup dua lapis. Didi Widajadi memakai kain hitam berbentuk kacamata itu. Ternyata gelap. Dia tak bisa melihat. "Tingkatkan terus kemampuanmu,'' pinta dia, setelah melihat unjuk kebolehan anggota satpam itu. Sebelumnya satpam memperagakan penanganan bahan peledak yang ditemukan di lingkungan kerja mereka. Peragaan dilakukan satpam Candi Borobudur saat menemukan bahan peledak di objek wisata tersebut. Mereka melapor ke Polres Magelang. Tim Gegana Polres dibantu anjing pelacak segera mendeteksi dan meledakkannya. Dalam upacara itu Kapolda menyerahkan piagam penghargaan juara I satpam teladan tingkat Jateng kepada Ny Sumarlin, satpam Toko Swalayan Saudara Kabupaten Jepara. Wanita yang hamil tua itu antara tahun 2002 dan 2003 menangkap tujuh tersangka pencuri di lingkungan kerjanya. Juara I lomba pengamanan perusahaan PT Danar Hadi (Solo), II PT Indonesia Power (Banyumas), dan III Pusdiklat Migas (Cepu). Juara I lomba sekuriti Nyoto Trisno PT Sinar Sosro Semarang, II Dulrokhim TKPI Temanggung, dan III Tugiyatno PT Suara Merdeka. Penghargaan diserahkan dalam acara syukuran.(Doddy Ardjono-42g) |