logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Januari 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Sejumlah Kiai Dukung PKB

TEMANGGUNG-Sejumlah ulama terkemuka di Kabupaten Temanggung, kemarin menyatakan dukungan sepenuhnya atas kemenangan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2004. Sikap itu mengingat PKB didirikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama, sehingga secara historis dan aspiratif mempunyai hubungan integral dengan NU.

Hal itu disampaikan dalam acara halalbihalal di API Daarun Naim Desa Lungge, Kecamatan Temanggung, siang kemarin. Selain dihadiri ribuan warga NU, juga hadir sejumlah kiai terkemuka seperti KH Cholil Asy'ari (Bolong, Tembarak), KH Muhaiminan Gunardo (Parakan), KH Nasucha Usman (Parakan), dan KH M Nawawi (Lungge, Temanggung).

Dasar sikap mendukung tersebut adalah mengingat PKB yang didirikan para ulama PBNU pada 27 Juli 1998, secara historis dan aspiratif merupakan hubungan integral yang tidak terpisahkan dengan NU. Juga melihat mayoritas umat Islam di Temanggung adalah warga nahdliyin, yang secara fakta masih mempercayakan kepada PKB sebagai wadah perjuangan.

"Karena itu, kami mendukung sepenuhnya atas kemenangan PKB pada Pemilu 5 April 2004 dan mengajak seluruh warga untuk mencoblos tanda gambar Jagad Berbintang Sembilan dengan nomor 15," kata KH Zaenal Arifin (Selopampang), selaku pembaca pernyataan sikap.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PKB KH Nu'man Dimyati AD memberikan bantuan kepada KH Nawawi dari NU. Bantuan tersebut berupa uang Rp 10 juta untuk PC NU Temanggung dan 100 sak semen untuk Sekolah Tinggi Agama Islam NU Temanggung. Bantuan dengan jumlah yang sama juga diberikan pengurus DPP PKB, Al Hilal Hamdy, kepada NU.

Belum Puas

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jateng KH Abdurahman Chudlori mengakui, masih ada pihak yang belum puas terhadap nama-nama caleg di partainya. Dia mengaku bingung menghadapi hal itu, karena sulit untuk bisa memuaskan semua pihak yang berjumlah banyak.

Hanya, selaku pengurus atau orang yang dituakan, dia berusaha untuk mengambil jalan terbaik dalam persoalan ini. "Susah juga memenuhi atau nyenengke orang banyak, untuk soal pengajuan caleg. Tapi kami berusaha cari jalan tengah atau jalan terbaik," ujarnya.

Caranya, dengan memperbaiki daftar itu sedikit-sedikit. Cuma dia berharap, masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih wakil rakyat termasuk presiden.

''Pilihlah pemimpin yang baik, supaya bisa menjadi contoh atau imam. Kalau orang Islam, carilah pemimpin yang shalat. Karena shalat adalah tiang agama," ungkapnya.(nt-76s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA