
| Selasa, 6 Januari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Udang Percontohan Mulai PanenPURWOREJO-Proyek percontohan udang galah yang dibiayai Pemprov mulai membuahkan hasil. Benih udang yang ditabur pada akhir Agustus lalu itu kini mulai dipanen. Di wilayah Purworejo proyek percontohan itu dikembangkan di Kecamatan Kemiri dan Loano, yakni di Desa Jatiwangsan, Kemiri dan di Desa Maron, Loano. Sesuai dengan rencana, proyek pembesaran benih komoditas ikan berharga mahal itu bisa panen tepat waktu, yakni empat bulan. Kasi Bimbingan dan Perizinan pada Dinas Kehewanan dan Kelautan, Sudarno SSos menjelaskan, demplot udang galah itu pemerintah daerah hanya menyediakan tempat. Adapun petani yang mendapat kepercayaan menangani proyek percontohan tersebut hanya enam orang. Di Desa Maron terdiri atas Sutikno, Rusmono, dan Yuniarjono, sedangkan di Desa Jatiwangsan, Kemiri, yaitu Anwar, Rusmadi, dan Ahmadi. Setiap kolam semula ditebari seribu bibit udang galah bantuan Pemprov. Hasil panen rata-rata 15 kg/kolam. Sutikno--petani Maron--ketika ditemui di sela-sela panen pada Rabu (31/12) menyatakan, hasil panen langsung dibeli konsumen lokal. Dia menyebutkan, harga udang galah besar (setiap kg berisi 20 ekor) Rp 60.000/kg. Ukuran sedang (30 ekor/kg) Rp 35.000/kg, dan ukuran kecil (50.000/kg) Rp 25.000/kg. Dengan demikian, bila dirata-rata maka harga jual setiap kg Rp 35.000. ''Hasil panen langsung habis karena banyak yang pesan,'' katanya. Kasi Bimbingan dan Perizinan yang juga petugas teknis dalam proyek tersebut, lebih lanjut menyatakan, proyek tersebut bersifat bergulir. Petani tidak dituntut mengembalikan modal tetapi hanya bertugas mengembangkan udang galah. Selanjutnya pembelian bibit diserahkan kepada tiap-tiap petani. Dia menjelaskan, daerah di Jawa Tengah yang mendapat proyek tersebut hanya tiga. Yakni, Purworejo, Banyumas, dan Banjarnegara. (yon-76e) |