
| Selasa, 6 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Kantor Imigrasi Kelas II Pati Hari Ini Mulai OperasionalPATI-Mulai hari Selasa (6/1) ini, Kantor Imigrasi Kelas II Pati menurut rencana secara resmi dioperasionalkan. Wilayah kerja kantor baru itu untuk sementara meliputi Rembang, Blora, Pati, dan Jepara. "Agar lebih optimal memberikan pelayanan keimigrasian, kami menunggu proses agar Kudus juga masuk wilayah kerja kami," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pati Drs Budi Satrio Wibowo, belum lama ini. Setelah pembukaan Kantor Imigrasi Kelas II di Pati, masyarakat kini tak perlu paspor ke Semarang. "Dari sisi waktu dan jarak perjalanan tentu lebih dekat," katanya. Secara bersamaan Dirjen Imigrasi Imam Santoso SH MM MA juga akan meresmikan pengoperasian dua kantor di Pemalang dan Wonosobo. Pembukaan kantor di Pati berdasar pertimbangan Pati ibu kota eks karesidenan. Dulu wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora, Kudus, dan Jepara. Cakupan wilayah kerja lima kabupaten itu dan dari sisi geografis sangat mendukung. Sebab, jarak Kudus-Pati hanya 24 km sehingga lebih dekat bila dibandingkan ke Semarang yang berjarak 51 km. Selama ini Kabupaten Kudus masuk wilayah kerja Imigrasi Semarang. Jadi, kata dia, harus ada perubahan kebijakan untuk segera memasukkan kabupaten itu ke wilayah kerjanya. Namun semua itu kembali ke kebijakan atasan. "Meski kami baru melayani masyarakat di empat wilayah kabupaten, optimalisasi pelayanan itu harus kami lakukan," ujar dia. Kantor Imigrasi Pati menurut rencana menempati aset Pemerintah Provinsi Jateng dengan sistem kontrak. Personel yang bertugas sehari-hari untuk sementara baru 15 orang. Karyawan yang menangani tugas teknis empat orang. Adapun pelayanan yang bisa diberikan untuk sementara baru ke warga masyarakat yang membutuhkan paspor umum. Kebanyakan mereka TKI, sehingga masih tergantung pada negara tujuan yang akan menerima, seperti Malaysia, Hong Kong, Brunei Darussalam, Singapura, dan Arab Saudi. Pelayanan kepada orang asing terbanyak di Kabupaten Jepara. Akan tetapi tempat tinggal mereka kebanyakan Semarang. Orang asing berada di Kota Ukir hanya ketika berbisnis. (ad-49g) |