
| Selasa, 6 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Bupati Kecewa Kualitas Penataan "Simpanglima"BLORA - Bupati Ir H Basuki Widodo menyatakan kecewa atas kualitas pekerjaan proyek penataan alun-alun. "Terus terang saya kecewa terhadap kualitas pekerjaan ini. Mungkin ini pekerjaan proyek yang paling "rapi' di Blora," tandasnya kepada pelaksana proyek. Kekecewaan Bupati dikemukakan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan, kemarin. Sidak itu dilakukan untuk menanggapi pihak-pihak yang mempertanyakan lambatnya penyelesaian proyek tersebut. Penataan alun-alun memang merupakan obsesi dari Bupati Ir H Basuki Widodo. Dia ingin kawasan itu mirip Simpanglima Semarang. Melalui APBD 2003 dianggarkan dana sekitar Rp 1,7 miliar untuk menjadikan lokasi itu lebih "hidup" pada malam hari dengan banyak PKL menggelar dagangan. Nanti alun-alun akan ditata sedemikian rupa, sehingga pada malam hari bisa digunakan para PKL untuk menggelar dagangan. Juga diharapkan bisa digunakan sebagai ajang interaksi sosial dari banyak kalangan. Setelah melihat kenyataan di lapamgan, orang nomor satu di Blora itu memerintah pelaksana untuk membongkar sejumlah pekerjaan yang dinilainya kurang bagus. "Coba itu lihat, ada pemasangan tiang yang kurang sentris. Ini harus dibongkar," ujarnya didampingi Kabag Humas Slamet Pamudji dan Kepala DPUK Drs Bondan Sukarno. Soal jadwal penyelesaian pekerjaan, yang mestinya rampung 8 Januari ini, Bupati yang asli Cepu itu pesimistis. Bahkan meski ada perpanjangan waktu, dia tetap pesimistis proyek akan bisa rampung sesuai dengan waktu perpanjangan yang diberikan. "Meski diperpanjang waktunya, tampaknya tetap tidak bisa rampung. Jika tetap terlambat, nanti akan ada klaim," tandasnya. Sebagaimana diketahui, proyek penataan alun-alun sesuai dengan perjanjian harus sudah rampung 8 Januari. Namun, hingga kemarin masih banyak pekerjaan yang belum tertangani. Ngoyak-oyak Asisten II Sekda H Umartono SH kemarin menjelaskan, pihaknya juga baru meninjau ke lapangan dan ikut ngoyak-oyak penyelesaian proyek tersebut. "Ini tadi saya baru saja meninjau alun-alun, ikut ngoyak-oyak agar proyek segera bisa diselesaikan," ungkapnya kepada Suara Merdeka, kemarin. Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP), Drs Dwi Santoso selaku penanggung jawab proyek ketika dihubungi membenarkan, batas waktu pekerjaan penataan alun-alun 8 Januari. "Namun, kami akan minta perpanjangan waktu kepada tim selama 15 hari," jelasnya (ud-49k) |