logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Sala  
Line

Pilih Presiden yang Cinta Wayang

RAMAI-RAMAI seniman menjadi caleg dan mendukung presiden tertentu, ternyata tidak mengusik hati Ki Haji Anom Suroto. Dalang bersuara kung itu tidak pernah tergiur untuk masuk ke politik lagi. Baginya, pengalaman bergabung dengan salah satu parpol dulu menjadi pelajaran penting.

"Sekarang saya tetap berdiri di tengah, ada di mana-mana, tetapi tidak ke mana-mana. Pragmatis saja, yang nanggap saya, akan saya ikuti. Nah, kan tidak bisa dibatasi kotak-kotak itu, karena kenyataannya semuanya siap nanggap," kata dia kepada Suara Merdeka.

Dia membuktikan ucapannya dengan menunjukkan sejumlah tanggapan dari berbagai parpol. Misalnya, saat PDI-P punya hajat, dia juga ditanggap. Ketika Taufik Kiemas ke Solo, dia pun yang didapuk ndhalang.

"Tetapi ketika Golkar ulang tahun, ternyata lagi-lagi saya yang disuruh pentas. Begitu pula saat Pak Amien Rais punya gawe, saya juga ditimbali. Jadi, ya itu bukti kalau saya bisa berada di mana-mana. Tetapi sikap saya tidak akan bergabung ke partai mana pun. Biarlah saya tetap netral, profesional menggeluti dunia wayang," paparnya.

Punya Pilihan

Memang, ketika dia ditanggap Taufik Kiemas orang-orang partai tertentu geger, dikira Ki Anom sudah masuk ke PDI-P. Tetapi teryata dugaan masyarakat keliru, karena tiba-tiba dia tampil di hajatan partai lain.

Meski tidak akan bergabung ke salah satu partai, Ki Anom mengaku tetap mempunyai pilihan tertentu, yang tidak akan diungkapkan ke siapa saja. Termasuk memilih presiden yang akan didukungnya dalam pemilu nanti.

"Kalau itu, saya tetap punya pilihan. Dan yang jelas, pilihan saya jatuh pada presiden yang cinta wayang, sering nanggap wayang. Kalau tidak senang wayang, tidak bisa bergaul dengan para dalang, ya tidak usah saya pilih. Buat apa, presiden tidak senang wayang, kan malah membuat wayang mati. Coba, kalau presidennya senang wayangan, pasti sak andhahane ya ikut-ikutan nanggap. Lha, yang senang kan para dalang, termasuk saya."

Meski begitu saat ditanya siapa saja calon presiden yang senang wayang, Ki Anom menyilakan menerka sendiri. Hanya, memang selama dia membentuk Forum Rebo Legen. Cuma Amien Rais yang pernah dua kali datang dan bergabung menonton wayang. Yang lain belum pernah.

Apa Amien Rais pilihan Pak Anom ? "Pokoknya ada," katanya diplomatis, tanpa mau menyebut orangnya.(Joko Dwi H-80k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA