
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Sala |
Pemkot Harus Proaktif Melobi PusatKARANGASEM - Pemkot diimbau lebih proaktif melakukan pendekatan kepada Pemerintah Pusat terkait dengan rencana pembangunan jalan layang di simpang tujuh Joglo, Kadipiro. Sebab baru-baru ini, Pemerintah Pusat sudah memberikan respons positif terhadap rencana pembangunan yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp 50 miliar tersebut. "Belum lama ini saya mendengar, Pemerintah Pusat sudah welcome terhadap keinginan warga Solo tersebut," kata Sekretaris Komisi D Drs Bandung Joko Suryono.
Atas respons tersebut, dia menyarankan Pemkot segera melobi sekaligus mempresentasikan perlunya pembangunan fly over tersebut. "Eksekutif harus memiliki kemampuan untuk melobi untuk meyakinkan pemerintah bahwa jalan layang sudah sangat mendesak untuk direalisasikan," imbuh Bandung. Alasan dia, saat ini kawasan persimpangan Kadipiro masih sering mengalami kemacetan akibat kapasitas lalu lintas sudah overload. Meski sudah ada pengaturan jalur secara matang, hal itu masih belum mampu mengurai masalah kemacetan di kawasan Solo bagian utara itu. "Saya tidak menganggap traffic management yang sudah diberlakukan itu sia-sia, tapi akan lebih baik lagi jika dilengkapi fly over. Apalagi nanti juga akan dibuat jalan yang menghubungkan ring road di kawasan Mojosongo." Selama ini, kata dia, rencana pembangunan fly over selalu terkendala pendanaan. Karena itu, bila Pemerintah Pusat mensyaratkan adanya dana pendamping, sudah selayaknya dialokasikan. "Soal dana pendamping, itu menjadi tugas eksekutif dan legislatif untuk mengalokasikannya dalam APBD. Namun hal itu tidak menjadi masalah karena persentasenya jauh lebih sedikit bila dibanding dengan nilai proyek. Masih terjangkau dan bisa diakomodasi."
Selain itu, Komisi D juga menilai rencana tersebut tidak akan menimbulkan masalah, mengingat kendala nonteknisnya tidak begitu besar. "Untuk pembebasan lahan misalnya, saya pikir di lokasi itu kok tidak begitu bermasalah." Rencana pembangunan jalan layang di persimpangan Joglo, Kadipiro itu tampaknya kian matang. Hasil studi terakhir, instansi terkait menentukan fly over yang rencananya berjarak sekitar 250-300 meter tersebut akan dibuat berbentuk huruf T atau dibentangkan dari Jl Sumpah Pemuda-Mangun Sarkoro dan Jl Kolonel Sugiyono ke utara atau ke arah Kalioso. Lebar jalan layang tersebut atau istilah teknisnya daerah miring jalan (dameja) direncanakan 14 meter. Artinya, lebar itu sudah termasuk untuk drainase dan trotoar yang juga akan dibangun di kanan dan kiri jalan. Terkait dengan rencana pembangunan jalan layang tersebut, Pemkot juga akan memperlebar Jl Brigjen Katamso yang semula 7 meter menjadi 14 meter sepanjang 600 meter. Hal itu dimaksudkan untuk menyesuikan lebar jalan layang. (G13-80n) |