
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Olahraga |
Simon Santoso Dikirim ke Thailand Terbuka
JAKARTA - Simon Santoso sudah mulai menjadi ancaman pebulutangkis kaliber internasional. Pemain asal Tegal itu sudah diperhitungkan dalam kancah perburuan gelar internasional. Inilah kesimpulan yang dipaparkan pelatih Joko Suprianto di Jakarta, kemarin. ''Simon memiliki kualitas bagus. Dia mampu menebar ancaman untuk pebulutangkis lainnya di Indonesia dan di luar Indonesia. Prestasi semakin bagus,'' kata Joko tanpa memerinci lebih jauh kemampuan anak didiknya. Simon bersama Wimpie Mahardi dan Andre Kurniawan akan diandalkan oleh Joko Suprianto untuk berprestasi maksimal di Thailand Terbuka, 20-25 Januari mendatang. Event tersebut merupakan kalender Federasi Bulutangkis Internasional (IBF). ''Saya berharap, minimal mereka menembus babak semifinal. Ini secara khusus untuk Simon. Rasanya dia mampu untuk berbuat seperti itu,'' tutur Joko. Joko menepis anggapan kalau dikirimnya tiga pemain muda ke Thailand tersebut berkaitan dengan rendahnya hadiah yang disediakan. Panitia menyediakan total hadiah 50.000 dolar AS. ''Sonny memang kami konsentrasikan ke All England dan Swiss Terbuka. Thailand Terbuka sangat mepet bagi Sonny untuk bersiap,'' papar Joko. Sonny selepas tampil menjuarai tunggal putra SEA Games 2003 memang memiliki sedikit waktu. Pebulutangkis asal Surabaya tersebut memiliki jeda kurang lebih sebulan. Waktu itu pun tidak penuh untuk berlatih karena tersisipi libur Natal dan Tahun Baru 2004. ''Pertandingan di Vietnam banyak menguras tenaga untuk Sonny. Biarlah dia ikut event di Eropa saja. Yang jelas, Sonny kini makin mantap setelah menyikat Wong Chong Hann sampai dua kali di Vietnam. Selama ini pemain Malaysia itu momok bagi Sonny,'' ungkap Joko. Dia menandaskan, keberhasilan Sonny meraih emas tunggal putra SEA Games 2003 dan mengantarkan tim putra meraih emas pada event yang sama harus disikapi dengan positif. Sonny harus mempertahankan modal tersebut. ''Sekarang dia sudah seharusnya bisa masuk pebulutangkis papan dunia. Saya ingin, minimal Sonny masuk semifinal Swiss Terbuka dan All England. Pengalaman buruk 2002 dan 2003 event tersebut harus dilupakan,'' kata Joko. Indonesia juga dipastikan tidak akan menampilkan pasangan Sigit Budiarto/Tri Kusharjanto. Pasangan senior itu lebih memilih berkonsentrasi pada Swiss Terbuka dan All England 2004. (D3-57n) |