logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Olahraga  
Line

Super Fight yang Ditunggu Mania Tinju Dunia 2004

DIAKUI atau tidak, penonton tinju dunia kini sudah semakin kritis. Jika promotor tidak piawai mengemas pertandingan tinju bermutu tinggi, jangan harap dapat menyedot penonton untuk membanjiri stadion. Kini promotor papan atas seperti Don King, Bob Arum, Garry Shaw, dan Murrad Muhammad, tengah melakukan negoisasi dengan sederet petinju top dunia.

Jika promotor mampu menggelar pertandingan petinju top, akan menghasilkan tontonan super seru, honor wah untuk petinju, sekaligus keuntungan berlipat ganda untuk promotor maupun teve kabel. Lantas partai besar manakah yang ditunggu penggila tinju dunia masa kini?

Roy Jones Vs Mike Tyson

Atraksi tinju dunia yang ditunggu pecandu tinju dunia saat ini adalah bentroknya Roy Jones Jr (juara dunia kelas berat WBA) melawan si leher beton Mike Tyson (mantan juara dunia kelas berat sejati). Promotor Jones, Murrad Muhammad optimistis mampu menggiring Tyson bentrok dengan Jones pada tahun ini.

Pertarungan mereka ditunggu mania tinju dunia. Pasalnya bukan sekadar adu otot, namun adu otak dan strategi yang jitu. Gaya kontradiktif mereka menjanjikan duel hebat.

Jones (180 cm) bergaya boxer cantik, lincah dengan daya hindar luar biasa gesit. Kedua kakinya sangat luwes dengan gerakan badan lentur meliuk sehingga sulit dibidik pukulan lawan. Adapun Tyson (180 cm) bergaya fighter, berpostur kekar, dengan dentuman hook kiri-kanan plus upper cut yang dahsyat.

Anak buah Alton Merkertson itu merekam rekor 49 menang (38 KO)-1-0, berimbang dengan rekor Tyson (37) yang 50 kali menang (41 KO)-4-0.

Bentroknya Shane Sugar Mosley (juara dunia kelas menengah yr WBC) melawan Kostya Tzyu (juara dunia kelas welter sejati) asal Australia juga tengah ditunggu penggemar tinju sejagad.

Dua kali menumpas populeritas Oscar de la Hoya, meroketkan popularitas Mosley. Sebaliknya, Tzyu, mantan juara Piala Presiden (Jakarta) 1989 telah kehabisan lawan kuat di kelasnya. Terakhir, ia meng-KO Jase James Leija pada ronde keenam.

Tak mungkin Mosley turun dua kelas ke kelas welter yr (63,5 kg). Begitu sebaliknya, Tzyu juga pasti tak mau naik dua kelas - ke kelas menengah yr. Idealnya mereka bertarung di kelas welter (66,6 kg). Rekor Mosley mantap 39 menang (35 KO)-2-0, sedangkan rekor Tzyu 30 menang (23 KO)-2-1.

Hopkins Vs Toney

Bernard Hopkins (juara dunia kelas menengah WBA, WBC & IBF) jika beradu jotos dengan James ''Light Out'' Toney (juara dunia kelas Penjelajah IBF) pasti ramai.

Hopkins yang dijuluki sang algojo itu terkenal dengan gempuran-gempuran mautnya. Bahkan seorang master ring sekaliber Felix Trinidad dibuat tumbang ke kanvas. Pada duel terakhir, ia membuat muka William Jopy babak belur dan kalah angka mutlak. Sedangkan Toney, juga tengah naik daun, usai membekuk batang leher petinju tak terkalahkan Vasily Jirov, ia sukses besar memukul TKO petinju legendaris Evander Holyfield pada ronde ke-9.

Rekor Hopkins yang digembleng Boui Fisher ini mengkilap, 42 menang (31 KO)-2-1 sedangkan rekor Toney 67 menang (43 KO)-4-2.

Corry Spinks juara dunia kelas welter (66,6 kg) WBC, WBA & IBF kini tengah naik daun. Dalam usia masih muda, 25 tahun, sudah menggemparkan dunia. Gaya bertarungnya adalah boxer dengan daya hindar hebat dan kombinasi pukulan cepat beruntun bak senapan mesin otomatis. Si Buas Richardo Mayorga yang biasa menerbangkan lawan di atas kanvas dibuatnya frustrasi dan kalah angka.

Bisa menjadi suatu partai manis jika Spinks diadu dengan Oscar de la Hoya (mantan juara dunia 4 kelas berbeda). Oscar, 30 tahun, juga belum banyak mengalami penurunan dan masih komersil. Rekor Spinks, 32 menang (13 KO)-2-0, memang kalah jauh rekornya jika dibanding dengan rekor De la Hoya yang 36 menang (29 KO)-3-0.

Lantas bagaimana jika Lennox Lewis (juara kelas berat WBC) berbaku hantam dengan Wladimir Klitschko (mantan juara dunia kelas berat WBO)? Juga bakal menjanjikan partai keras jika kedua raksasa berlainan warna kulit itu bentrok. Lewis (195 cm, 115 kg) bergaya boxer puncher, jab-straight-nya menggelegar dan sarat pengalaman. Terakhir ia meng-KO Vitali Klitschko (kakak kandung Wladimir) pada ronde keenam.

Wladimir tak lama lagi akan mendapat giliran melawan Lewis. Pasalnya ia kini bercokol di peringkat teratas WBC. Prestasinya meroket belakangan, usai meng-KO Daniel Nicholson pada ronde keempat, Desember lalu. Rekor Lewis (37), 41 menang (32 KO)-2-0, berimbang dengan prestasi Wladimir (27) 42 menang (39 KO)-2-0. (Paulus Noor Mulia-57n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA