
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Olahraga |
PASI Tetap Andalkan Suryo AgungJAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) tetap memberikan kesempatan kepada pelari Suryo Agung sebagai utusannya dalam Proyek Indonesia Bangkit (PIB). Pelari asal Solo tersebut dinilai masih memiliki potensi kuat untuk berprestasi dalam beberapa tahun mendatang. ''Kegagalan di Vietnam jangan dinilai dari salah satu segi saja. Dia masih memiliki keunggulan dari segi teknis dibanding dengan yang lainnya. Jadi dia masih terbaik saat ini di Indonesia. Usianya juga masih 20 tahun. Dia masih memiliki prospek berprestasi bagus di masa depan,'' ungkap Sekjen PB PASI Ir Tigor Tandjung di Jakarta, ketika dimintai konfirmasi tentang masuknya Suryo Agung ke dalam PIB. Kegagalan Suryo merebut medali nomor 100 meer di SEA Games XXII, ujarnya, adalah hal yang wajar. Pengalaman dan jam terbang internasional harus diperbanyak agar dia bisa sebagai yang terbaik di Asia dan Asia Tenggara. ''Suryo memang masih minim pengalaman. Apalagi SEA Games XXII merupakan kali pertamanya. Kami masih menilai wajar dalam pencapaian prestasinya di Vietnam,'' papar Tandjung. Tigor mengatakan, rentang waktu pelaksanaan Indonesia Bangkit selama tiga tahun akan sangat menguntungkan Suryo. Pelari kelahiran Solo, 10 Agustus 1983 tersebut dipastikan akan terasah kemampuannya selama menjalani program tersebut. ''Apalagi kalau mendapatkan pelatih dan program latihan yang tepat. Saya optimistis bakatnya akan semakin terasah. Pengalaman internasionalnya harus ditambah terus. Hal itu memang vital. Tujuannya agar catatan waktunya bisa terus meningkat tajam,'' tegas Tandjung. Dia juga mengatakan, untuk mendapatkan medali emas di Qatar 2006, Suryo membutuhkan perjuangan ekstrakeras. Persaingan level Asia sangat ketat. Inilah pentingnya dia mendapatkan kualitas pertandingan internasional. Tujuannya adalah membentuk mental bertanding dan menambah daya juangnya untuk menjadi atlet dengan kemampuan internasional. Selain Suryo, PASI juga menetapkan Ni Putu Desy Margawati pada nomor lompat galah dan Supriati Sutono pada nomor 5.000 dan 10.000 meter sebagai atlet andalanya di masa depan. Kedua atlet itu juga akan menjadi squad Asian Games 2006 Qatar dan SEA Games 2005 Manila. Indonesia Bangkit adalah wahana untuk menggembleng mereka berdua. (D3-57n) |