
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Olahraga |
Pengurus PSSI Siap DikritikJAKARTA-Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan, yang paling berpotensi menghentikan kompetisi adalah situasi rentan yang tumbuh karena ulah suporter. Dia mengingatkan, PSSI sama sekali tidak menginginkan untuk menunda, mengundurkan atau menghentikan kompetisi. Karena itu, dia meminta semua pihak sama-sama dapat menciptakan suasana kondusif yang menunjang kelancaran roda kompetisi. ''Komunitas sepak bola ini sangat dinamis, dengan intensitas permasalahan yang begitu tinggi,'' katanya, dalam jumpa wartawan menjelang penyelenggaraan kompetisi Divisi Utama Liga Bank Mandiri 2004 yang mulai berputar Minggu besok di delapan kota. Dalam kaitan itu pula, dia mengimbau agar pers juga dapat berperan aktif dengan memberikan ''pencerahan-pencerahan'' kepada insan-insan sepak bola di Tanah Air. ''Tentu saja saya juga tidak meminta agar teman-teman menulis yang baik-baik saja. Saya dan pengurus lainnya siap dikritik asal itu memang konsruktif dan untuk kemajuan sepak bola,'' katanya. Kick-off Kompetisi Divisi Utama Liga Bank Mandiri 2004 yang diikuti 18 tim, dilakukan pukul 15.30 WIB, Minggu besok di Stadion Brawijaya, Kediri, dalam pertemuan antara juara bertahan Persik melawan PKT Bontang. Hampir bersamaan waktunya, sore dan malam itu juga dilangsungkan tujuh pertandingan lain di tujuh kota. Di antaranya melibatkan tim-tim favorit yang bertaburan pemain asing, termasuk Persija Jakarta Pusat melawan Persita Tangerang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Pemilu Dikaitkan dengan suasana rentan di berbagai daerah karena pergelaran putaran pertama bersinggungan waktunya dengan masa kampanye dari 24 partai politik peserta Pemilihan Umum dan pemilihan presiden secara langsung, Nurdin mengatakan seyogyanya hal itu tidak menghambat jalannya kompetisi.''Kita sudah memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan kompetisi pada waktunya,'' jelasnya. Dengan kata lain, bagaimanapun situasi sosial politik yang terjadi pada masa-masa kampanye dan menjelang Pemilu kompetisi harus tetap berjalan. Jika ternyata harus menghadapi situasi ''yang sangat memaksa'', PSSI sudah memiliki dua alternatif agar kompetisi tetap berlangsung. Alternatif pertama, dengan memindahkan pertandingan dari kota-kota yang rawan kerusuhan ke tempat yang relatif aman. Yang kedua, memainkan pertandingan di kompleks militer, atau kepolisian, seperti di Cimahi, Cijantung, dan sebagainya. ''Dua alternatif itu tentu saja tidak akan kita pakai seandainya pesta demokrasi nanti ternyata tidak mengganggu kelancaran roda kompetisi,''jelas Nurdin, yang dalam kesempatan itu didampingi sejumlah pengurus teras. Mereka adalah Sekjen Nugraha Besoes, Ketua Bidang Liga Andi Darussalam Tabussala, serta Ketua Bidang Usaha dan Promosi Agusman Effendi. Menyinggung lebih jauh mengenai kemungkinan melangsungkan kompetisi di tempat ''netral'' seperti kompleks militer atau kepolisian, Nurdin menyatakan sejauh ini dia memang belum sempat bertemu dengan petinggi kepolisian atau militer untuk menjajaki hal itu. ''Dengan Kapolri, misalnya, kami belum sempat bertemu karena waktunya belum pas. Tetapi surat permohonan audiensi sudah kami layangkan,'' jelasnya. PSSI sejauh ini baru mengantongi izin dari kepolisian menyangkut pergelaran pertandingan di berbagai kota. (wgm-22) |