logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Olahraga  
Line

Roekito Janjikan Kemenangan Lawan PSM

SLEMAN - Meski belum mengetahui kekuatan lawan, dengan yakin PSS menjanjikan kemenangan pada partai perdana mereka pada KLI X di Stadion Tridadi Sleman, Minggu besok. Padahal, lawan mereka adalah runner-up musim kompetisi lalu, PSM Makassar.

"Yang jelas, kami belum tahu kekuatan lawan. Apalagi sekarang mereka ditangani pelatih asing. Namun dengan persiapan yang cukup matang, kami siap untuk meraih angka penuh," kata Pelatih Daniel Roekito kepada wartawan di Sleman, Jumat kemarin.

Berdasarkan pengamatan mantan pelatih PSIS itu, skill para pemain Indonesia sebenarnya merata. Yang menjadi masalah, adanya beberapa pemain asing di setiap kesebelasan. "Saya rasa kekuatan kita cukup imbang, jadi tidak perlu takut," ujarnya.

Untuk bisa meraih angka penuh di kandang, dia akan menggunakan pola 4-4-2 dengan pressing ketat. Itu dilakukan mengingat kelemahan tim-tim di Indonesia adalah permainannya mudah kacau setiap mendapat tekanan. Dengan menekan, Seto Nurdiantara dkk diharapkan dapat memanfaatkan peluang.

Sekalipun optimistis, kubunya bukannya tanpa persoalan. Striker andalan asal Brasil, Marcello Braga, tidak bisa diturunkan.

Pemain itu cedera saat melakukan pertandingan segitiga di Indramayu, beberapa waktu lalu. "Marcello butuh waktu dua minggu untuk sembuh total. Sekarang dia sedang menjalani terapi," jelas Roekito.

Duet

Melihat kenyataan itu, dia sibuk mencari pasangan duet di lini depan. Saat ini, disebutnya pasangan itu telah ditemukan berdasar hasil uji coba ketika melawan Porak, beberapa hari lalu.

Dengan tidak tampilnya Marcello Braga, pemain baru asal Brasil, Anderson Alexander Da Silva (Laxi) ditarik ke belakang untuk memperkuat lini pertahanan.

Koordinator lapangan tengah dipercayakan kepada Deca Dos Santos dan Seto Nurdiantara.

Barisan depan kemungkinan diisi Wollo dan M Eksan atau M Eksan dan Laxi. "Kalau kita lihat dari hasil uji coba, kami akan menduetkan Wollo dengan M Eksan. Kerja sama keduanya relatif baik," tambahnya.

Pada pertandingan perdana di kandang ini, kesebelasan berjuluk Elang Jawa itu tidak mau kecolongan. Untuk bisa meraih angka penuh, dia sudah menyiapkan strategi khusus.

"Ketika lawan mendapat bola, kita harus melakukan pressing. Sebaliknya apabila kita berhasil menguasai bola, kita harus bisa membangun serangan ke daerah lawan," katanya seraya menambahkan, cara demikian bisa membuat sebuah tim memenangi pertandingan.

Manajer PSS Hendrikus Mulyono menuturkan, pada prinsipnya anak-anak asuhannya siap tempur.

Namun untuk bisa memenangi pertandingan, kuncinya, pemain harus kompak. Tanpa ada kerja sama tim, rasanya sulit bisa memenangi pertandingan.

Dalam KLI X, timnya mematok target empat besar. Tentu, lanjutnya, hal itu perlu perjuangan. Namun perjuangan itu tidak ada artinya apabila pemain tidak kompak.(sgt-22n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA