logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Olahraga  
Line

Wasit Peroleh Pengamanan Ekstraketat

JAKARTA - Para wasit yang bakal ditugasi PSSI untuk memimpin perandingan-pertandingan kompetisi Divisi Utama Liga Bank Mandiri akan mendapat pengamanan ekstraketat. Setiap wasit akan didampingi seorang petugas khusus. Dia bakal menyertai wasit, termasuk di dalam pesawat terbang yang akan memberangkatkan seorang pengadil itu ke tempat pertandingan.

Mekanisme demikian, menurut pandangan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, sebagai antisipasi dalam manjamin keamanan para wasit.

Nurdin tidak memungkiri, petugas khusus tersebut juga disiapkan untuk mengawasi gerak-gerik para wasit, baik dari orang-orang yang berkepentingan dalam mengatur skor pertandingan maupun dari tim-tim yang bertanding.

Sekjen Nugraha Besoes mengakui, penerapan cara itu tak bisa dilepaskan dari keinginan PSSI agar setiap pertandingan benar-benar bebas dari praktik mafia wasit. Apalagi menjelang pergelaran kompetisi, kinerja wasit kembali menjadi sorotan.

Penghargaan

PSSI sudah memastikan untuk mengontrak seorang instruktur wasit AFC sebagai inspektur pertandingan (IP). Inspektur wasit tersebut adalah Nick Achmad, asal Malaysia. Dia kemarin petang sudah tiba di Jakarta dan langsung mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengurus teras PSSI.

Pembicaraan terutama menyangkut job description. Di samping akan berperan dalam penugasan wasit, Nick juga akan langsung bertindak sebagai pengawas pertandingan. Namun, Nugraha belum mau menyebutkan berapa besar bayaran yang akan diberikan.

''Besar gajinya masih kita negosiasikan,'' kata Nugraha yang kembali menegaskan, keberadaan Nick Achmad tidak otomatis menjamin pertandingan LBM X benar-benar akan bebas dari praktik mafia wasit.

''Yang paling dibutuhkan adalah netralitas para wasit tersebut. Mereka jangan berpihak pada siapa pun,'' jelasnya.

Sebagai sitimulus agar wasit bisa bekerja maksimal, pada akhir kompetisi, PSSI berencana memberikan penghargaan kepada wasit terbaik, kendati jumlahnya belum ditentukan.

Upaya menegakkan fair play tampaknya memang menjadi obsesi pengurus PSSI sekarang. Bukti konkret keseriusan tampak dari dibentuknya Komisi Fair Play dalam struktur organisasi PSSI.

Pada kompetisi Divisi Utama ini, apresiasi terhadap pihak-pihak yang menjunjung tinggi sportivitas dinilai dengan pemberian Piala Fair Play plus hadiah Rp 250.000.000 bagi tim yang dinilai paling sportif.

Menurut keterangan Ketua Komisi Fair Play Nurlif SE, pada musim berikutnya penghargaan juga akan diberikan kepada pemain, pelatih, dan penonton. Namun, pemberian penghargaan itu juga bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan dana.

''Dukungan dan paritisipasi semua pihak, baik pemain, pelatih, manajer, maupun teman-teman pers sangat diperlukan dalam menunjang suksesnya program ini,'' ujar Nurlif yang semasa mahasiswa pernah masuk dalam tim sepakbola ke Universiade Meksiko, 1982.

Dalam melakukan penilaian terhadap tim-tim yang dinilai sportif dalam setiap pertandingannya, PSSI juga berencana merekam seluruh pertandingan. ''Bagaimanapun caranya, rekaman pertandingan itu seyogianya harus kita dapatkan,'' jelas Nurlif. (wgm-22n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA