
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Awak Kapal Larikan Dua Siswi SMPSEMARANG TIMUR- Seorang awak kapal tanker ditahan polisi karena melarikan dua siswi SMP selama dua malam. Sebelum diserahkan ke Polsek Semarang Timur, Alian (22) warga Kampung Beting, Cilincing, Jakarta Utara, itu dihajar beberapa orang saat mengantar pulang kedua gadis tersebut. Seorang pelaku lain, Ricky, juga awak kapal itu, keburu kabur ke Jakarta. Dua gadis yang mereka ajak bermalam itu adalah Bunga (14) dan Mawar (14), bukan nama sebenarnya. Mereka pelajar SMP swasta di Semarang dan tinggal di Jalan Wolter Monginsidi. Di kantor polisi Alian membantah dituding melarikan Bunga dan Mawar. Dia dan Ricky mengajak kedua remaja itu secara baik-baik. Lagi pula selama bermalam di kapal kedua gadis itu tidak mereka perlakukan secara tidak senonoh. ''Mereka tidak kami apa-apakan kok,'' ujar Alian. Akan tetapi keterangan itu tidak dipercaya begitu saja. Untuk membuktikan pengakuan mereka, kedua gadis SMP itu akan diperiksa dokter sehingga dapat diketahui apakah mendapat kekerasan seksual atau tidak. Alian mengaku tidak sengaja mampir ke Semarang. Kebetulan saat malam tahun baru kapal tanker bermuatan minyak tempatnya bekerja rusak saat melintas di perairan Laut Jawa, beberapa mil dari Pelabuhan Tanjung Emas. Sambil menunggu perbaikan dia dan Ricky ke darat. Mereka melewatkan malam pergantian tahun di Simpanglima. Di tempat itulah keduanya berkenalan dengan Mawar dan Bunga. Keluarga kedua gadis itu panik karena mengira anak mereka hilang. Jumat (2/1) orang tua mereka melapor ke polisi. Ternyata pada saat hampir bersamaan, dua anak yang semula dikabarkan hilang diantar pulang oleh Alian ke rumah masing-masing. Kedatangan Alian menimbulkan amarah kerabat Bunga. Mereka menuding dia telah melarikan gadis itu. Mereka menghajar dia hingga babak belur sebelum menyerahkannya ke polisi. (G3-83g) |