logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Warga Kembali Pertanyakan Talud PT IPU

  • Khawatir Longsor

SEMARANG- Warga perumahan Bhakti Persada Indah (BPI), tepatnya di RT 5 RW 10 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan kembali mempertanyakan kesanggupan PT IPU untuk membangun talud di wilayah tersebut.

Mereka khawatir jika talud tidak segera dibangun, tebing yang merupakan batas wilayah antara perumahan BPI dan Kawasan Industri Candi akan longsor.

Sekretaris RT 5 RW 10 Kelurahan Purwoyoso Agus Rudy Koesworo mengatakan, berdasarkan pengukuran warga, ketinggian talud bervariasi antara 14 dan 20 meter. Warga khawatir pada saat hujan deras, tebing itu akan longsor. Padahal di beberapa tempat, jarak antara tebing dan rumah warga hanya tinggal 1,5 meter.

''Talud di sebelah selatan yang dibangun Juli 2002, pada Pebruari 2003 sudah ambrol,'' kata dia.

Warga juga khawatir karena sekitar 25 meter dari tebing itu, terdapat tower jaringan listrik tegangan ekstratinggi. Kalau tower itu roboh, kabelnya bisa tak terkendali.

Lokasi tebing itu, Jumat (2/1), ditinjau Camat Ngaliyan Supratono dan Lurah Purwoyoso Sutrisno. Anita, warga RT 5 RW 10 memperlihatkan pagar bumi di samping rumahnya yang sudah menggantung akibat gerusan air hujan.

Menindaklanjuti

Supratono mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan warga itu. Lurah Purwoyoso melalui surat nomor 362/325 sudah meminta bantuan PT IPU untuk segera membangun talud.

Lokasi talud yang dimintakan bantuan itu berada di RT 5 RW 10 sepanjang 12 meter dan tinggi 14 meter. PT IPU juga diminta membantu pembangunan talud, dinding pagar, dan rumah di RT 7 RW 10 perum BPI yang retak sekitar 10 meter dan tinggi 8 meter.

''PT IPU diminta untuk membangun kembali sesuai petunjuk teknis Pemkot,'' kata dia.

Surat itu kemudian mendapat balasan dari Asisten Sekda Kota Semarang bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir Slamet Riyadi MT. Melalui surat kepada PT IPU nomor 641/1267, dia memberikan dua alternatif.

Pertama talud dibuat dengan konstruksi beton bertulang, setelah sebelumnya dilakukan Soil Investigation atau penyelidikan tanah. Alternatif lain, dibuat terasering dengan pasangan batu belah.

Rudi, staf PT IPU mengatakan, pihaknya sanggup membuatkan talud pengaman untuk warga. Namun pekerjaan konstruksi idealnya dilakukan pada musim kemarau. Pembangunan talud pada musim hujan cukup sulit. Pekerjaan akan sering berhenti saat turun hujan.

''Selain itu kami juga memperhatikan keselamatan pekerja,'' kata dia (G6-83i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA