logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Ular Raksasa Telah Memakan 64 Anjing

KENDAL- Kembang Wangi merupakan ular ke-124 yang ditangkap pawang Darmanto (40). Untuk menangkap hewan melata jenis sawa kembang Paiton Reticulasus tersebut diperlukan waktu tiga hari. Ular itu ditemukan di semak-semak kawasan hutan Kampung Tuo, Jambi.

''Sebelum menemukan ular itu, saya mendapat wisik. Dalam mimpi itu, saya melihat lampu pijar yang sangat terang. Merasa ada sesuatu yang istimewa, saya kemudian nglakoni guna mencari kejelasan arti wisik itu,'' tutur Darmanto, pawang ular asal Pacitan, Jatim.

Dari laku olah batin itu, dia mengaku mendapat kejelasan keberadaan ular raksasa di kawasan hutan Jambi, tepatnya di pinggir Sungai Batanghari.

''Untuk menangkap ular-ular tertentu, saya menggunakan ilmu sirep, banda rante dan gendam. Sebelum menangkap Kembang Wangi, saya meminta izin kepada kepala suku Kampung Tuo,'' ungkapnya.

Setelah berhasil ditangkap, lanjut bapak empat anak itu, diperlukan 67 orang untuk mengangkat ular Kembang Wangi itu. Kemudian ular tersebut diangkut menggunakan mobil pikap menuju ke Jawa. ''Sejak tertangkap sekitar 19 bulan lalu, ular ini sudah saya ajak berkeliling Pulau Jawa, khususnya Jatim. Terakhir, sebelum di Curug Sewu, Patean, Kendal, ular itu berada di Wonosobo.

Dia menjelaskan, selama 19 bulan Kembang Wangi sudah memakan 67 ekor anjing. Yang dimakannya, khusus anjing berkelamin jantan dan berbulu cokelat. ''Ini sesuai dengan wisik yang saya terima, sebelum menangkap ular itu. Hewan anjing yang akan dihidangkan harus sehat, tubuhnya tidak ada luka dan kutu. Ular ini telah berusia 150 tahun, dan saya perkirakan dapat hidup 4-5 abad,'' paparnya.

Muncul Keraguan

Kembang Wangi tidak hanya eksotis dan eksentrik, tetapi juga memunculkan pro dan kontra, yang akhirnya berbuah keraguan. Berkait dengan ukuran fisik yang diklaim sebagai ular jenis sawa kembang terbesar dan terpanjang se-Asia Tenggara yang pernah ditemukan, dua wartawan asing datang untuk membuktikan kabar tersebut.

Dua wartawan itu, John Aglionby dan Stephen J Fleay, terperangah. Sebab, ukuran fisik Kembang Wangi khususnya panjang tubuh ular ternyata tak sesuai dengan yang dikabarkan, yaitu 14,58 meter. Setelah beberapa kali dilakukan pengukuran , panjang ular diketahui hanya 6,5 meter (SM, 2/1).

''Pengukuran yang dilakukan John tak optimal, karena tubuh ular dalam keadaan meliuk. Selain itu, tubuh ular bersifat elastis. Dalam kondisi tertentu tubuh ular bisa menyusut/pendek, sebaliknya juga dapat memanjang,'' jelas Darmanto, yang mengaku sejak usia tujuh tahun menggeluti dunia ular.

Keturunan keempat Mbah Nasi, pawang ular di Pacitan, tersebut mengatakan, untuk mengukur panjang ataupun besar tubuh Kembang Wangi, melalui media supranatural.

''Ukuran fisik ular itu juga sudah diteliti tim dari Universitas Muhammadyah Probolinggo, Jatim, dan Universitas Kristen Banyuwangi,'' katanya. (G15-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA