logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pasutri Berusia 50-an pun Ikut Berdansa

  • Tahun Baru di Alam Indah dan Kampung Laut

BANYAK tempat yang bisa dijadikan kenangan indah dalam menantikan detik-detik memasuki tahun 2004. Salah satunya adalah di Alam Indah Hotel dan Restoran yang berada di Bukit Gombel.

Pengunjung selain bisa melihat keindahan pesta kembang api di beberapa tempat seperti Pantai Marina, PRPP, kawasan Simpanglima, dan Tugu Muda, juga menikmati hiburan menarik. Hotel dan restoran yang terletak di kawasan perbukitan dengan pemandangan indah Kota Semarang itu juga menyuguhkan bermacam hiburan bagi keluarga.

''Spesial untuk malam tahun baru ini kami menyuguhkan acara, di antaranya nyanyian dan live dance yang melibatkan pengunjung serta pesta kembang api,'' tutur Executive Manager Alam Indah Hotel, Nana.

Menurutnya, acara yang ditampilkan sudah dipersiapkan sejak lama, termasuk pertunjukan kembang api yang selalu ada di Alam Indah Hotel. Pentas hiburan yang disajikan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika sebuah lagu Barat berirama cha-cha dinyanyikan, kontan sejumlah tamu langsung naik ke panggung untuk berdansa.

Begitu juga ketika musik berirama tanggo dan rock and roll ala Elvis Presley didendangkan, semua pengunjung juga ikut bergoyang. Tak heran jika ada sepasang suami istri berusia sekitar 50-an tampil di pentas, ingin membuktikan kemampuan dansa mereka seperti sewaktu muda dulu.

Gerakan tanggo yang mereka lakukan sekitar 10 menit tersebut, memang sungguh indah dan nyaris tanpa ada kesalahan. Sayang, mereka terpaksa menghentikan dansa karena irama musik berhenti seiring habisnya syair yang didendangkan.

Penampilan penari dansa dari Endi's Dance dengan gerakan-gerakan yang superseksi menambah meriah acara. Lebih dari 5 jenis tarian dansa yang berbeda gerakan serta kombinasi yang menarik, mereka tampilkan pada malam itu.

Puncak hiburan semakin meriah dengan penampilan bintang tamu Weng Hung dari Surabaya. Weng Hung yang sangat interaktif di atas panggung, mengajak penonton untuk tampil bersamanya.

Dengan dialek Jawa Timuran yang kental, Weng Hung sering membuat tamu tertawa terpingkal-pingkal.

Selain pandai mengocak perut pengunjung, dia juga pandai membawakan semua jenis lagu Barat dan lokal. Pada puncak acara menjelang pukul 24.00 seluruh pengunjung yang datang diikutsertakan dalam peluncuran sekitar 1.200 balon berwarna orange di halaman Alam Indah Hotel.

Sesuai dengan tema acara ''Malam Sejuta Harapan Dalam Gemerlap 2004'', sambil melepaskan balon, tamu mememohon harapan kepada Sang Pencipta.

Masyarakat Kota Semarang yang menemukan balon berhadiah berwarna orange yang diluncurkan itu, dapat menghubungi Hotel dan Restoran Alam Indah, untuk mendapatkan hadiah.

Seiring dengan pelepasan balon ke udara dan hitungan detik mundur menjelang tahun baru, pesta kembang api berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Kampung Laut

Pesta kembang api menandai pergantian tahun 2003 ke 2004 berlangsung di Restoran Kampung Laut, kompleks PRPP Semarang. Kamis (1/1) pukul 00.00, berbagai jenis kembang api senilai Rp 100 juta lebih diluncurkan ke udara.

Ratusan pengunjung restoran yang kebanyakan merupakan relasi Restoran Kampung Laut dan pasangan anak muda di Semarang menikmati acara yang digelar Hermawan Party Consultant itu.

''Luar biasa, Man!,'' kata Erina Hastuti (21), salah satu pengunjung asal Cilacap yang kali pertama merayakan tahun baru di kota Atlas kepada beberapa temannya yang ikut merayakan tahun baru di restoran itu.

Pertunjukan kembang api itu digelar dua kali, pukul 00.00 dan pukul 00.45. Pada pertunjukkan pertama, sekitar 12 menit ribuan kembang api menyala di udara dengan membentuk berbagai formasi.

Pada peluncuran kedua pun demikian, selama 12 menit langit di atas restoran Kampung Laut menyala. Aplaus pengunjung tak henti-hentinya saat ribuan kembang api itu ''menari-nari'' di atas kolam pemancingan di restoran tersebut. Bahkan, puluhan pengemudi mobil yang melintas di depan restoran itu menyempatkan berhenti untuk menyaksikan atraksi tersebut.

''Pokoknya kami ingin memberikan yang terbaik kepada pengunjung,'' kata Lukas Wibowo, pengelola restoran di sela-sela acara.

Sebelumnya di lokasi itu disajikan musik dan berbagai game menarik. Dua MC kondang, Lena dan Chika makin menghidupkan suasana malam itu dengan beberapa game yang mengocok perut para pengunjung.

Parodi musik yang ditampilkan Nada dan Dakwah Band un menambah kesemarakan. Lagu-lagu rock, pop dan dangdut yang kadang diplesetkan syairnya menambah hangat suasana. Apalagi begitu Brotherhood tampil dengan ''goyangan'' Hip Hop-nya dan Polonize dengan disco time yang didukung lighting dari Lotus Lighting.(Surya Yuli P,Jamal Al Ashari-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA