
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Caleg Perempuan Hanya Penggenap BilanganSEMARANG- ''Keterwakilan perempuan dalam daftar caleg yang diajukan setiap pimpinan parpol Peserta Pemilu 2004 masih sebagai penggenap bilangan agar memenuhi angka 30%. Hal itu akan dilakukan parpol ketika berkas pengajuannya dikembalikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk diperbaiki,'' kata aktivis perempuan Sri Mulyatun, kemarin. Menurut dia, kuota 30% keterwakilan perempuan untuk sementara bisa menggelorakan semangat kaum hawa agar tidak takut terjun ke politik yang penuh intrik. Dia melihat ada hal menarik dari kuota 30% tersebut. Yakni, berkas pengajuan caleg dari pimpinan parpol yang tidak memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan akan dikembalikan. ''Akhirnya ramai-ramailah parpol melengkapi daftar pengajuan calegnya dengan memasukkan kader perempuan, namun hanya sebagai penggenap bilangan agar memenuhi 30%,'' kata dia. Menurut Sri Mulyatun yang juga Wakil Ketua Partai Bintang Reformasi (PBR) Kota Semarang, sebenarnya saat ini merupakan kesempatan bagi perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya. Namun, dia mengakui alau banyak perempuan yang sulit terlibat dalam politik dengan sejumlah alasan. Apalagi dunia politik butuh banyak pengorbanan, mulai waktu, tenaga, sampai pikiran. ''Ini semua harus dilakukan perempuan ketika sudah terjun ke politik.'' Dia berharap, dengan adanya kuota 30%, dinamika kesadaran perempuan akan timbul. Dari sini pula kaum hawa akhirnya siap berjuang untuk saling mengisi dan melengkapi.''Parpol hendaknya memberikan peluang bagi kaum perempuan untuk terjun ke politik, bukan hanya sebagai penggenap bilangan,'' tandasnya. (G7-63) |