
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Ekonomi |
Perbankan Nasional Kucurkan Kredit 25%-30%JAKARTA - Perbankan nasional pada 2004 akan mengucurkan kredit antara 25%-30%, mengingat pertumbuhan ekonomi di dalam negeri terus berlanjut. ''Pertumbuhan ekonomi akan berlanjut yang didukung dengan membaiknya ekonomi di kawasan Asia, sekalipun pada 2004 akan terjadi pemilihan umum (pemilu),'' kata Direktur Utama Bank NISP, Pramukti Suryaudaya di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan kreditnya sebesar 30% atau Rp 10 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 8,7 triliun. Pramukti mengatakan, perseroan akan terus menambah jumlah kantor cabangnya dalam upaya menyalurkan kredit tersebut. ''Jumlah kantor cabang saat ini sudah mencapai 140 buah di seluruh Indonesia dan pada 2004 akan ditambah lagi,'' katanya. Meski penyaluran kredit Bank NISP cukup gencar, sikap kehati-hatian tetap diterapkan. Terbukti, kredit macet yang semula mencapai 1,14% turun menjadi 0,90%. "Kami tetap melakukan prudentbanking di setiap kantor cabang sehingga Non Performing Loan (kredit macet) terus menurun," kata Pramukti. Sementara itu, Permata Bank menargetkan kredit pada 2004 sebesar 25%-30% dalam meningkatkan fungsi intermediasi. "Fungsi intermediasi bagi setiap bank itu diharuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri," kata Direktur Utama Permata Bank Agus Martowardoyo. Dia mengatakan, perbankan nasional sebagai mitra pemerintah harus mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. Sementara itu, Bank Bumi Putera hanya akan menyalurkan kredit 25%, turun dibanding dengan tahun lalu yang tercatat 40%. "Kami harus hati-hati pada tahun ini dalam menyalurkan kredit karena Pemilu 2004 sedikit banyak berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi," kata Direktur Utama Bank Bumi Putera, Winny Hassan. (ant-82) |