logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Ekonomi  
Line

Tahun 2003, Omzet Pedagang Beras Dargo Turun

SEMARANG- Sebagian besar pedagang beras di Pasar Dargo mengeluhkan turunnya omzet penjualan dari 20% hingga 30% selama kurun waktu tahun 2003. Penurunan omzet perdagangan tersebut sebagai dampak dari turunnya permintaan beras dari konsumen.

Sejumlah pedagang mengakui, sepinya pembelian diakibatkan oleh mulai munculnya pedagang-pedagang baru yang langsung dapat melayani permintaan konsumen. Terutama di tempat-tempat yang jaraknya relatif jauh dari Pasar Dargo.

''Memang itu bisa saja terjadi, tetapi tentunya harga beras yang ditawarkan oleh pedagang tersebut lebih mahal dibandingkan dengan harga jual di Pasar Dargo,'' tutur Wakil Ketua Persatuan Pedagangan Beras Pasar Dargo Kastawar, kepada Suara Merdeka, kemarin.

Sebenarnya, kata dia, sejumlah pedagang di Dargo siap untuk melayani permintaan beras untuk diantarkan langsung ke konsumen. Namun, pembelian tersebut harus dalam partai besar minimal 5 kuintal.

Dia mengungkapkan, pedagang yang bisa menjual langsung dengan mengantarkan beras ke konsumen bukan pesaing bagi pedagang di Dargo. Sebab, jika dihitung secara matematis, harganya akan sama dengan membeli dari pedagang langsung di Dargo.

Membuat Resah

Menurut Kastawar, yang paling ditakutkan pedagang sebenarnya adalah masuknya beras impor, yang hingga saat ini membuat resah pedagang. Pasalnya, dengan masuknya beras impor akan memperburuk harga jual beras mereka.

''Petani yang berada di daerah juga akan merasakan imbas yang sama dari adanya beras impor tersebut. Karena harga gabah atau beras mereka dipastikan akan turun di pasaran,'' tandasnya.

Dia mengungkapkan setiap adanya informasi tentang beras impor yang akan masuk ke Jateng, kontan membuat pedagang di Dargo menjadi resah. Karena mereka khawatir beras mereka akan disaingi beras impor yang harganya lebih murah.

Setiap hari, persediaan beras yang dijual pedagang di Pasar Dargo terus dipenuhi dari daerah jika mengalami kekurangan. Setiap harinya, rata-rata beras yang tersedia sekitar 25 ton sampai 30 ton.

Pedagang di Dargo, papar dia, tidak menginginkan harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Kenaikan harga, justru membuat permintaan beras akan semakin turun.

''Harga beras yang tinggi, akan membuat pemerintah menurunkan beras murah bagi masyarakat. Celakanya, pembagian tersebut tidak hanya untuk masyarakat yang tak mampu saja,'' tandasnya.

Adapun harga beras yang ditawarkan pedagang selama 2 hari ini telah mengalami kenaikan untuk semua jenis. Beras jenis mentik wangi dijual dengan harga Rp 3.000/kg, mentik biasa Rp 2.900/kg. Kemudian harga beras jenis C4 super dijual Rp 2.900/kg, C4 biasa Rp 2.700/kg, sedangkan harga jenis umbuk super dijual Rp 2.700/kg, dan umbuk biasa Rp 2.500/kg.

Lalu harga jenis beras Bromo super Rp 3.000/kg dan Bromo biasa Rp 2.900/kg. Sedangkan harga beras ketan super dijual Rp 3.000/kg dan ketan biasa Rp 2.900/kg. (H2-82)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA