
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Ekonomi |
23 TKI Dikirim ke Pabrik Triumph di MalaysiaJAKARTA- Begitu banyak kasus TKI bermasalah perlu disikapi secara bijak. Artinya, perlu dipertanyakan apakah mereka yang bermasalah tersebut melalui proses resmi atau tidak. ''Jangan sampai masyarakat terkecoh oleh berita-berita TKI bermasalah sehingga muncul citra negatif pada TKI serta perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI)-nya,'' kata Ir Mukhroni Syamhudi, Manajer PT Trias Insan Madani, di sela-sela pemberangkatan 23 TKI ke Malaysia, kemarin. Menurut dia, masyarakat perlu tahu apakah TKI yang bermasalah itu pergi lewat PJTKI resmi atau calo penipu yang memakai nama PJTKI. Harus pula diketahui apakah para TKI itu lolos seleksi atau hanya nekat menggunakan paspor turis. Itu penting bagi masyarakat yang di daerah pelosok supaya jangan mudah terbuai oleh janji-janji. Pria asal Sawojajar, Wanasari, Brebes tersebut menambahkan perusahaan PJTKI yang dia pimpin memberangkatkan 23 TKI ke Malaysia untuk bekerja sebagai penjahit di Body Fashion, sebuah perusahaan PMA yang memproduksi pakaian merek Triumph di Negeri Jiran itu. ''Itu sesuai dengan job order. Memang ada 200 orang yang mendaftar, namun setelah diseleksi di sini yang dilakukan oleh Body Fashion sendiri hanya 23 yang lolos. Jadi kami hanya mengirim mereka yang lolos seleksi yang dilakukan oleh pengguna jasa. Hal seperti inilah yang terjamin,'' tutur alumnus Unibraw Malang tersebut. Bagi mereka yang lolos tetapi kekurangan biaya, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja DKI Jaya dan Bank DKI mengusahakan pinjaman lunak dengan sistem potong gaji setiap bulan. Pemberangkatan ke-23 TKI tersebut dilepas oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Ali Zubeir SH. Hingga kini PT Trias Insan Madani yang berkantor di Malaka, Jakarta Timur tersebut telah memberangkatkan 56 TKI ke Malaysia. (F4-53) |