
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Ekonomi |
IHSG Tembus Level 704,498, Tertinggi sejak 2000JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada perdagangan hari pertama 2004 berhasil menembus level 704,498 yang merupakan level tertinggi selama empat tahun terakhir. Sebelum pencapaian kemarin, penutupan IHSG yang menembus level 700-an terakhir terjadi pada Januari 2000, ketika Menteri Keuangan AS (saat itu), Lawrance Summer memberikan pernyataan, ekonomi Indonesia akan pulih dengan segera. IHSG dapat mencapai level 704,498 setelah pada perdagangan kemarin membukukan apresiasi sangat tajam sebesar 12,603 poin (atau 1,82%). Indeks turunan BEJ, LQ-45 juga naik cukup signifikan sebesar 3,604 poin (2,37%) ke level 155,503, sedangkan indeks JII naik 3,127 poin (2,63%) menjadi 122,079. Tren kenaikan harga saham sebenarnya telah terjadi pada akhir tahun lalu. Bahkan pada perdagangan 30 Desember lalu (transaksi terakhir 2003), indeks sempat tembus level 700-an, meskipun pada penutupan perdagangan melorot lagi ke level 600-an. Respons Positif Salah seorang analis perusahaan sekuritas di Jakarta, Jumat, menyatakan, pencapaian level itu merupakan respons positif pasar atas sejumlah kebijakan populer yang dilakukan pemerintah seperti tarif listrik yang pada 2004 tidak naik dan berlangsungnya perayaan tiga hari besar (Lebaran, Natal, dan tahun baru) yang berlangsung relatif aman. "Pasar global yang pada akhir tahun berhasil bangkit, juga menjadi salah satu elemen penting yang memengaruhi pencapaian indeks pada hari ini," ujarnya. Namun, analis itu belum dapat meramalkan apakah BEJ dapat melakukan stabilisasi indeks pada level 700-an dalam tempo yang cukup lama, mengingat gelagat spekulasi masih sangat terasa di BEJ. "Bukan tidak mungkin pada perdagangan pekan depan akan terjadi aksi ambil untung, mengingat pada pencapaian hari ini harga saham utama telah berapresiasi hingga puncak harga," ujarnya. Ia menilai, transaksi hari ini juga belum menggambarkan transaksi sebenarnya mengingat masih banyak pelaku pasar yang meneruskan libur Tahun Baru 2004. Nilai transaksi yang dibukukan BEJ hari ini hanya Rp 590,507 atau hanya separuh rata-rata transaksi harian. Sementara itu, frekuensi penjualan mencapai 12.403 kali dengan total volume saham yang berpindah tangan sebesar 1.351 juta lembar. Diperkirakan perdagangan baru akan normal pada Senin (5/1) pekan depan. Ia menambahkan, pengumuman pemerintah yang tidak akan menaikkan tarif listrik selama 2004 memberikan arah positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia ke depan. "Perusahaan, setidaknya tidak perlu meningkatkan anggarannya untuk sektor ini. Dengan demikian, secara absolut pengeluaran dapat ditekan," ujarnya. Perayaan Natal dan tahun baru yang berlangsung relatif aman di Tanah Air --kecuali di Nangroe Aceh Darussalam-- memberikan optimisme pasar bahwa aparat keamanan dapat diandalkan dalam situasi kritis. Hampir seluruh saham teraktif, kemarin mencatatkan kenaikan. Saham-saham utama meski tidak seluruhnya mendominasi perdagangan, juga cenderung menguat. Saham Telkom naik Rp 300 ke level Rp 7.050, Indosat naik Rp 200 menjadi Rp 15.200, Gudang Garam naik Rp 100 menjadi Rp 13.700, Astra Internasional naik Rp 100 ke level Rp 5.100, PT BA naik Rp 75 ke level Rp 950 dan Indofood naik Rp 25 ke level Rp 825. Dari 20 saham teraktif kemarin, 15 saham mengalami kenaikan, dua tetap, dan tiga saham turun. Level tertinggi IHSG berada pada 704,498 yang merupakan level tertinggi harian, sedangkan level terendah 687,998.
Empat Saham Sementara itu Direktur Perdagangan BEJ, MS Sembiring mengatakan empat saham direncanakan akan masuk dalam proses perhitungan pra pembukaan tahap pertama BEJ pada 5 Januari mendatang. Keempat jenis saham tersebut antara lain saham Aneka Tambang, Indosat, Telkom dan Timah, sedangkan pelaksanaan pra pembukaan itu akan dilakukan pada 6 Januari mulai pukul 09.10 sampai 09.29. Pra pembukaan tersebut merupakan penetapan harga pembuka saham dalam transaksi perdagangan BEJ. Masing-masing Anggota Bursa (AB) BEJ memasukkan penawaran beli dan jual sebelum waktu pembukaan perdagangan. "Dari hasil perhitungan pra pembukaan maka akan terbentuklah harga pembuka keempat saham tersebut," katanya. Sementara saham-saham lainnya yang tercatat di BEJ, harga pembukanya terbentuk berdasarkan harga penutupan transaksi sebelumnya (previous price). Jadi berbeda dengan pembentukan harga pra pembukaan yang ditentukan hari itu juga berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran di antara AB. Pada Senin mendatang (5/1), Presiden Megawati dipastikan akan membuka perdagangan di BEJ. Diharapkan kehadiran Presiden ini memberikan spirit baru bagi pelaku bursa. (ant-82n) |