logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Bazar Kerajinan PKK Diminati Pembeli

CILACAP- Semua hasil kerajinan dan keterampilan ibu-ibu PKK, Selasa (30/12), dipamerkan melalui kegiatan Bazar PKK. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam memeringati Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat Kabupaten Cilacap, yang dipusatkan di Kecamatan Sidareja.

Kerajinan yang dipamerkan meliputi kerajinan baju bordir, makanan ringan, tanaman hias, kerajinan kayu, tanaman sayuran dalam pot, tas, dan puluhan jenis kerajinan lainnya.

Dari sekian banyak jenis kerajinan yang dipamerkan, yang paling banyak diserbu pembeli adalah makanan kecil, tanaman hias, dan kerajinan kayu. Kerajinan kayu yang terjual berbentuk kapal, jam dinding, dan teko.

Selain bazar PKK, bersamaan dengan acara tersebut juga diadakan donor darah dan khitanan massal. Jumlah yang dikhitan sebanyak 36 anak. Setiap anak mendapat bantuan sarung dan sejumlah uang untuk sekadar syukuran.

Hadir pada acara itu, Bupati H Probo Yulastoro SSos MM, Wakil Bupati H Thohirin Bahri BA, Sekda Ir Adi Saroso MM, Ketua Komisi D H Satijo Harjopitoyo, Kepala Kantor PMD Drs H Yayan Rusyawan Effendi MM, serta para kepala dinas instansi terkait. Ketua Panitia Ny Siti Fatimah Adi Saroso SH mengatakan, kegiatan PKK sekarang telah diikuti semua lapisan masyarakat. Tidak seperti dulu, hanya diikuti istri pegawai negeri dan perangkat desa.

Manfaat

Hal ini membuktikan, masyarakat telah merasakan manfaat mengikuti PKK. Sebab, semua kegiatan memang bertujuan memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

''Melalui PKK, ibu-ibu mampu berprestasi. Terbukti, banyak kader yang mendapat hadiah karena menjuarai berbagai lomba yang diadakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap,'' katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Ny Hj Uyeni Probo Yulastoro mengatakan, setiap tahun seluruh ibu PKK memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK. Melalui Hari Kesatuan Gerak itu, ibu-ibu harus mampu menunjukkan kemampuannya sehingga dapat sejajar dengan laki-laki.

Bupati H Probo Yulastoro mengatakan, meski seharian sibuk mengikuti kegiatan PKK, ibu-ibu jangan sampai melupakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri kepada suami, yaitu melayani suami. Sebab, kalau tugas yang satu ini sampai diabaikan, maka akan berdampak kurang baik dan berbahaya. (ag-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA