
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Jatah Beras PNS Mulai FebruariPURWOREJO-Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Subagyo, kemarin, menyatakan pemberian beras bagi seluruh PNS di Kabupaten Purworejo akan dimulai Februari. Sebab, pada bulan itu PDAU mulai menyosoh beras. Dia berencana bulan ini menyosialisasikan hal itu ke seluruh unit kerja. Dalam sosialisasi itu dia hanya menganjurkan setiap PNS menerima 10 kg. Namun jika ada yang memesan sesuai dengan kebutuhan anak dan istri juga dilayani. Jatah beras bagi PNS yang sejak tahun 2002 diganti uang akan diberikan berupa beras lagi. Dulu beras itu dari Dolog. Namun rencananya kini dari petani yang digiling PDAU. Bupati H Marsaid SH MSi mengemukakan itu untuk meningkatkan harga gabah petani sekaligus mengatrol kesejahteraan petani. Sebab, selama ini harga jual gabah petani tak sebanding dengan biaya tanam dan pengolahan lahan. Subagyo menyatakan akan membeli gabah petani sesuai dengan standar harga pemerintah saat ini. Yakni, Rp 1.240/kg gabah kering panen. Dengan harga itu PDAU akan menjual beras bermutu ke PNS Rp 2.750/kg. Jika subsidi beras bagi setiap PNS 3.009/kg, kata dia, setiap PNS masih memiliki sisa uang Rp 259/kg. ''Sisa uang akan kami kembalikan ke PNS,'' ujar dia. Namun PDAU masih memiliki keuntungan Rp 100/kg. Rencananya keuntungan diberikan ke Korpri kabupaten 20%, Korpri unit 30%, dan 50% untuk PDAU. ''PDAU melayani pengaduan dari pembeli. Jika ada beras jelek bisa ditukar,'' kata dia. Dia menyatakan kini mesin giling gabah milik PDAU sudah tiba untuk mencukupi kebutuhan beras 12.000 PNS saat ini. Mesin giling berkapasitas 3 ton beras/jam itu merupakan mesin modern seharga Rp 326 juta. Satu unit terdiri atas mesin pemecah kulit, separator (ayakan sosoh), dua unit mesin sosoh, dan alat pemisah menir. Ditargetkan mesin itu setiap bulan menggiling 337 ton beras. Rencananya beras PDAU tidak hanya untuk mencukupi PNS tetapi juga dipasarkan ke luar daerah. Untuk pemasaran pihaknya sudah bekerja sama dengan seorang pedagang beras di Bandung. (yon-81g) |