
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Air Embung Banyukuwung Dekati Batas MaksimalREMBANG-Ketinggian air di Embung Banyukuwung, Sumber kini sudah mendekati batas maksimal. Hal itu melegakan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), karena bisa dijadikan cadangan air untuk musim kemarau mendatang. ''Mudah-mudahan musim hujan belum berhenti, biar cadangan air kami cukup,'' kata Direktur PDAM, Drs Leo Maryono. Dihubungi Suara Merdeka di sela-sela kesibukannya kemarin, Leo menuturkan, sekarang ini ketinggian air mencapai 49 meter. Sementara batas ketinggian maksimal 51,5 meter. ''Jadi untuk mencapai batas maksimal tinggal kurang 2,5 meter lagi. Kalau pada Januari masih hujan, saya yakin ketinggian air bisa mencapai batas maksimal,'' katanya. Leo menjelaskan, Embung Banyukuwung memiliki tiga fungsi. Pertama, untuk penyediaan air bersih warga di wilayah Kaliori dan Rembang bagian barat. Fungsi lain untuk pengairan sawah. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali lingkungan hidup, meski prioritas utama untuk penyediaan air bersih. Menurut Leo, masalah utama yang dihadapi daerahnya adalah air. Sebab di daerahnya langka air, terutama bila musim kemarau. Maka keberadaan embung sangat dibutuhkan, sebab bisa dijadikan sarana untuk menampung air hujan. Karena itu, pihaknya sangat mendukung Pemkab yang kini tengah berjuang guna membangun dua embung raksasa, yakni di Desa Grawan (Sumber) dan Panohan (Sulang). ''Kalau kedua embung itu jadi dibangun, setidaknya bisa meringankan beban warga di sekitarnya, khususnya dalam mengatasi kelangkaan air,'' katanya. Dia mengakui, selama ini pihaknya sering direpotkan ulah warga yang kesulitan mencari air bersih. Mereka tak jarang merusak pipa PDAM, demi mendapatkan air. Memang, cara seperti itu praktis dan mudah untuk mendapatkan air. Tetapi perlu diketahui, perbuatan tersebut akan merugikan banyak orang, khususnya para pelanggan PDAM. (jl-49s) |