
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Banjir di Siwalan Rugikan Rp 200 JutaKAJEN - Banjir di Kecamatan Siwalan, Pekalongan, mengakibatkan kerugian tak sedikit bagi warga. Menurut perhitungan Pemerintah Kabupaten, musibah akibat hujan deras semalam itu Rp 200 juta. Asisten Bupati Bidang Pembangunan Drs Abdoel Chamied MM menyatakan kerugian akibat banjir di Siwalan berupa kerusakan saluran dan persawahan. Banjir yang melanda 12 desa di Siwalan merendam 1.567 rumah, 543 ha sawah, 16 sekolah, dan 6,25 km jalan desa. ''Akibatnya, berbagai fasilitas umum seperti saluran air, jalan, dan sekolah rusak,'' kata dia. Berdasar data Satkolak PBA Kecamatan Siwalan, tak kurang dari 8.000 m saluran air rusak, satu sekolah di Desa Blimbingwuluh roboh, dan sejumlah sekolah lain rusak. Untuk meringankan beban warga, pemerintah mengirimkan bantuan beras dan mi instan. Di Kecamatan Siwalan dikirimi 1 ton beras dan 13 kardus mi, sedangkan Tirto 5 kuintal beras dan 12 kardus mi. ''Penyaluran bantuan kami serahkan ke kecamatan. Kami berharap bantuan itu merata dan tidak nyasar ke daerah yang kurang membutuhkan,'' kata dia. Normalisasi Sungai Pemerintah juga akan melakukan beberapa langkah untuk mencegah banjir yang selalu terjadi di daerah rawan itu. Salah satunya menormalisasi serta memperbaiki sungai dan beberapa saluran air. ''Dalam waktu dekat Sungai Kapidodo Sragi yang airnya selama ini sering meluap akan dinormalisasikan,'' katanya. Meski air bah di Siwalan dan daerah lain seperti Wonokerto dan Tirto sudah surut, Chamied mengharapkan warga tetap waspada. Posko penanggulangan bencana di desa dan kecamatan hendaknya disiagakan penuh untuk mengantisipasi banjr susulan. Sebab, musim hujan masih lama berlangsung. Kesiagaan juga ditegaskan Camat Siwalan, Drs Subiyanto. Dia membuka posko Satkolak PBA 24 jam. Balai desa juga disiapkan sebagai tempat pengungsian warga jika sewaktu-waktu terjadi banjir besar. (G16-17g) |