
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Diprotes, Air PDAM Mengalir KembaliPATI - Pelanggan PDAM di Kota Pati, Juwana, dan Wedarijaksa selama Rabu siang (31/12) hingga malam tidak mendapat jatah air. Hal itu membuat para pelanggan kelabakan. Diduga hal tersebut merupakan buntut hasil sidang paripurna DPRD beberapa jam sebelumnya. Sidang paripurna yang dipimpin Ketua Dewan Wiwik Budi Santoso itu menghasilkan keputusan politis, yakni menyetujui permohonan pihak eksekutif untuk melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga dalam mengelola perusahaan tersebut. Sidang tersebut memang berlangsung alot, karena diwarnai pendapat pro dan kontra. Puluhan karyawan PDAM ikut menghadiri sidang, sehingga membuat suasana agak hangat. ''Terlepas dari upaya yang dilakukan Pemkab, jika karyawan tidak setuju kerja sama itu, janganlah kami para pelanggan yang dijadikan korban,'' ujar FX Sudiyono, salah seorang pelanggan, warga Kampung Juwanalan, Pati Kidul, ketika dimintai tanggapannya belum lama ini. Mengancam Wakil Bupati Drs Kotot Kusmanto ketika dilapori soal itu Rabu malam, sempat mencak-mencak. Kelompok karyawan yang menentang KSO tersebut, kata dia, benar-benar tidak mempunyai nurani dan etika, Malam itu juga dia menghubungi Dirut PDAM H Soeharso SSos, untuk segera mengalirkan air ke seluruh sambungan rumah (SR) pelanggan. Jika tidak, kelompok karyawan yang diidentifikasi berjumlah delapan orang tersebut, akan dilaporkan ke polisi. Kotot Kusmanto menuturkan, kerja sama operasional itu untuk memperbaiki kinerja PDAM. Dampaknya tentu saja meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memberikan pelayanan optimal ke masyarakat. Pelayanan optimal jelas membutuhkan biaya tak sedikit. Karena, PDAM harus memperbaiki seluruh jaringan yang sudah tak layak karena dimakan usia. KSO tidak akan berdampak pemutusan hubungan kerja. ''Namun restrukturisasi pasti dilakukan karena menyangkut manajemen perusahaan.'' Direktur Utama PDAM H Soeharso SSos menyatakan, sekarang air sudah mengalir kembali. Meski pada awalnya penghentian aliran disepakati hingga Sabtu (3/1). Ulah para karyawan mungkin karena terlalu cinta kepada perusahaan, sehingga mengambil langkah itu. Apalagi setelah mereka gagal menemui Bupati untuk meminta penjelasan. (ad-49g,k) |