logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Beduk Masjid dan Lonceng Gereja Membuka 2004

BLORA -Perayaan malam pergantian tahun di Blora meriah dan aman. Namun kemeriahan ternoda oleh beberapa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor.

Akibatnya, meski tak ada korban jiwa, beberapa orang dibawa ke rumah sakit karena terluka. Kecelakaan ringan terjadi di beberapa ruas jalan kota.

Di Jembatan Blangkle, misalnya, kecelakan melibatkan pengendara dua sepeda motor yang hendak menuju ke pusat kota. Kecelakaan lain terjadi di ruas Jalan Dr Soetomo, yang melibatkan dua pengendara sepeda motor yang sama-sama ditumpangi tiga orang gadis.

Sejak pukul 17.00 warga sudah memadati jalan protokol. Sebagian besar mengendarai sepeda motor.

Sebagian duduk bergerombol di trotoar sembari membunyikan terompet. Selepas magrib, arus kendaraan menuju ke pusat kota dari berbagai jurusan macet. Lalu lalang pejalan kaki, pedagang terompet yang meluber hingga ke bahu jalan, serta warga yang memarkir kendaraan di sembarang tempat menjadi penyebab utama kemacetan.

Kemacetan lebih parah terjadi di seputar alun-alun. Itu tak mengherankan, karena sejak sore pementasan musik di depan Gedung Sasana Bakti di utara alun-alun sudah dimulai. Akibatnya, kendaraan yang melalui jalur itu harus berebut dengan penonton yang meluber di tengah jalan.

Kemacetan juga terjadi di depan arena Blora Expo 2004. Jalanan sempit dan banyak warga hendak melihat pameran terbesar itu menyebabkan kendaraan bermotor harus merayap.

Aparat keamanan sibuk mengatur arus lalu lintas agar tak macet total. Polisi bersenjata lengkap terlihat pula dalam kerumunan warga di beberapa lokasi pementasan hiburan.

Menjelang pukul 24.00 Bupati Ir H Basuki Widodo didampingi istri dan kedua putranya keluar dari rumah dinas ke pentas musik di halaman Gedung Sasana Bakti. Pementasan musik berhenti sejenak, diselingi pidato singkat Bupati.

Dalam sambutan lelaki kelahiran Cepu itu meminta seluruh warga berdoa agar pada tahun 2004 kesejahteraan lebih baik lagi. ''Marilah kita berdoa bersama, semoga Tuhan Yang Mahakuasa memberikan rezeki berlimpah sehingga kita lebih sejahtera lagi pada tahun 2004,'' kata dia.

Ribuan warga yang memadati alun-alun pun hening sejenak untuk memanjatkan doa. Keheningan lebih terasa ketika lampu penerangan jalan dipadamkan.

Bupati mengomando warga dengan hitungan mundur, menandai pergantian tahun 2003 ke 2004. Dengan obor menyala di tangan Bupati menyalakan satu per satu kembang api sebagai tanda pesta kembang api dimulai.

Selanjutnya warga membunyikan terompet dan menyalakan kembang api. Sementara itu sirene, beduk masjid, dan lonceng gereja terdengar nyaring membelah malam pertama tahun 2004.

Usia pesta kembang api, ribuan warga berangsur-angsur meninggalkan alun-alun. Mereka pun melanjutkan perayaan dengan berpawai di sepanjang jalan dengan membunyikan terompet. (ud-49g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA