
| Sabtu, 3 Januari 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Musim Hujan Rawan PenyakitREMBANG -Para orang tua murid sekolah dasar (SD) dan SMP kini cemas karena takut anak mereka terserang penyakit. Ketakutan itu wajar, sebab pada musim hujan ini banyak anak mondok di rumah sakit gara-gara suhu badan tinggi. Kepala SD Kutoharjo 4 Sukono mengatakan, ''Benar, banyak orang tua murid cemas karena takut anak mereka terserang penyakit.'' Dia mengemukakan Desember lalu terjadi peristiwa memprihatinkan. Dalam satu hari murid yang meminta izin tidak masuk sekolah 31 orang. Mereka meminta izin karena sakit. Suhu badan sebagian besar anak-anak itu tinggi. Namun dia tak tahu pasti penyakit yang diderita murid-muridnya. Dia memperkirakan mereka terkena demam. Kesehatan Anak Karena itu dia mengimbau orang tua murid lebih memperhatikan kesehatan anak. Apalagi dalam waktu dekat ini para siswa akan mengikuti tes semesteran. Kepala DKK dr Agus Setiyo HP mengatakan, musim hujan merupakaan saat paling rawan serangan penyakit. Namun dia menegaskan sekarang di daerahnya belum ada ledakan penyakit. ''Secara umum masih normal. Meski sudah ada serangan penyakit belum bisa dikatakan sebagai wabah,'' katanya. Dia menyatakan biasanya memasuki musim hujan muncul penyakit demam berdarah. Tahun ini sudah ada warga terkena DB, tetapi masih relatif kecil. Namun dia mengimbau masyarakat tetap waspada. Cara terbaik mengantisipasi penyakit DB, kata dia, adalah peran warga menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya, memberantas sarang nyamuk. Dalam cara itu warga tak perlu mengeluarkan biaya, tetapi hasilnya cukup efektif. Namun sayang sejauh ini masyarakat masih memiliki pemikiran yang salah. Sebab, mereka beranggapan langkah terbaik memberantas nyamuk DB cuma dengan pengasapan. ''Anggapan itu salah besar. Pengasapan hanya bisa membunuh nyamuknya. Itu pun berkemampuan terbatas. Jentik-jentik nyamuk di bak mandi atau air comberan tetap hidup,'' ujar dia. (jl-49g) |