logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Januari 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Tanggul Kali Sat Terancam Dadal

PATI-Para petani tambak dan tanaman padi di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, kini dihantui rasa waswas karena tanggul Kali Sat setiap saat terancam dadal. Apalagi, pada musim hujan seperti sekarang, besar kumungkinan tanggul kali tersebut akan dadal.

Padahal, kata Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan desa setempat, Achmad Haris, jika sampai dadal, dipastikan para petani tambak dan tanaman padi akan mengalami gagal panen. Pasalnya, areal tambak bandeng dan areal tanaman padi akan terendam air.

Sebagaimana terjadi pada akhir November 2003 silam, hujan deras di daerah hulu menyebabkan tanggul kali tersebut tak mampu menahan luapan air bercampur lumpur. Akibatnya, tanggul di beberapa lokasi yang mempunyai ketinggian dari dasar kali antara 3-4 meter dadal.

Tanggul di lokasi blok Jembret juga hampir sepanjang 30 meter dan lebar 3 meter mengalami hal yang sama. Sedangkan lokasi lainnya yang dadal meliputi blok Bandol, Sadiman, Gemplang, Bumi, Tokasi, Modinan, Tuwawan, dan blok desa, sehingga menimbulkan kerusakan areal tambak dan tanaman padi sekitarnya.

Meskipun upaya perbaikan sudah dilakukan oleh masyarakat secara bergotong royong, hasilnya tidak optimal, karena hanya dikerjakan dengan tenaga manusia.

''Dengan demikian, tanggul hasil perbaikan itu tetap tidak kuat menahan luapan air yang setiap saat bisa terjadi bila hujan deras turun di daerah hulu. Sebab, bertemunya dua aliran kali di daerah hulu, airnya mengalir ke Kali Sat,'' ujarnya.

Alat Berat

Menurut Achmad Haris lebih lanjut, perbaikan tanggul harus dilakukan dengan menggunakan alat berat ekskavator. Untuk keperluan itu, hanya bisa dilakukan jika ada uluran bantuan dari pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras).

Uluran bantuan itu mutlak, karena salah satu faktor penyebab dadalnya tanggul adalah aliran air yang terhambat. Sebab di bagian muara kali tersebut mengalami pendangkalan cukup parah, akibat endapan lumpur yang terbawa dari daerah hulu cukup banyak.

Faktor penyebabnya, tak lain akibat perusakan hutan lindung di kawasan timur Lereng Muria. Dengan demikan, banyak lahan di wilayah perbukitan sekitarnya gundul dan dampaknya terasa di daerah hilir bila musim hujan seperti sekarang.

Agar pendangkalan muara Kali Sat tidak semakin parah, satu-satunya cara harus dilakukan pengerukan. Namun, lagi-lagi terbentur faktor biaya bila itu harus dilakukan secara swadaya dan hasilnya juga tidak bisa optimal karena endapan lumpur di lokasi tersebut cukup tebal.

Karena kondisi tersebut menyangkut kelangsungan nasib para petani tambak dan padi, alternatif yang diharapkan warga hanyalah menunggu bantuan Pemkab.

''Tanpa itu, warga kami selalu diliputi waswas, karena setiap saat areal tambaknya bisa rusak terendam air akibat tanggul Kali Sat dadal.'' (ad-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA